ENSIA 2026 Perkuat Inovasi Bisnis Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau

ENSIA 2026 Perkuat Inovasi Bisnis Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau

Ekonomi | sindonews | Kamis, 10 September 2026 - 20:14
share

PT Sucofindo (Persero) kembali menyelenggarakan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 untuk mendorong inovasi lingkungan dan sosial yang mendukung daya saing bisnis serta ketangguhan masyarakat. Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ajang tersebut menyoroti pentingnya transisi energi bersih dan pengembangan ekonomi hijau di tengah tantangan global.

ENSIA 2026 digelar di Bali dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudi, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

“ENSIA sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan sejalan dengan PROPER dan Gerakan Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Moh Jumhur Hidayat dalam keterangan pers, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga:Menteri Jumhur Paparkan Tobat Ekologis, Kepatuhan Etik, dan Hukum Lingkungan di ENSIA 2026

Ia mengatakan dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Karena itu, inovasi dunia usaha perlu diarahkan pada penciptaan lapangan kerja hijau, penguatan integrasi sosial, penerapan budaya keselamatan kerja tanpa kecelakaan, serta perubahan perilaku melalui Gerakan Tobat Ekologis.Menurut dia, inovasi yang dikembangkan pelaku usaha dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, dan pengembangan ekonomi hijau. Berbagai upaya tersebut juga mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Direktur Utama Sucofindo Sandry Pasambuna mengatakan ENSIA bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan ruang kolaborasi dan berbagi praktik terbaik bagi dunia usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan. Ia menambahkan, penghargaan tersebut dapat memperkuat reputasi perusahaan dan menjadi nilai tambah bagi peserta PROPER, khususnya dalam penilaian PROPER Hijau dan Emas.

“Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Inovasi yang dihadirkan tidak berhenti pada penghargaan, tetapi dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” katanya.

Baca Juga:Sucofindo-Disperindag Banten Perkuat Mitigasi Risiko Industri Kimia

Direktur Komersial Sucofindo Agus Permadi mengungkapkan partisipasi dunia usaha dalam ENSIA 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. ENSIA 2026 diikuti 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, sedangkan pada 2025 tercatat 178 perusahaan dan 690 paper. Pada penyelenggaraan tahun ini, topik inovasi khusus juga dialihkan dari konservasi daerah aliran sungai menjadi transisi energi bersih untuk mendorong efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi rendah karbon.

Topik Menarik