RATU Komitmen Bagi Dividen, Besarannya Ditargetkan Naik Setiap Tahun
IDXChannel - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) berkomitmen untuk terus membagikan dividen kepada pemegang saham. Perseroan bahkan menargetkan besaran dividen yang dibayarkan dapat meningkat dari tahun ke tahun.
Direktur Utama Raharja Energi Sumantri mengatakan kebijakan dividen akan tetap mempertimbangkan kinerja perusahaan serta kebutuhan pendanaan untuk ekspansi. Manajemen akan mencari titik optimal antara pembagian dividen dan menjaga ruang bagi perseroan untuk terus bertumbuh.
"Secara pendek, para investor jangan khawatir, kita komitmen membayar dividen, besarannya berapa, diusahakan selalu meningkat," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, perseroan akan mengupayakan adanya peningkatan dividen, namun tetap memastikan kebutuhan ekspansi dapat terpenuhi. Dengan demikian, pembagian dividen tidak mengganggu ruang perseroan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis.
"Kita akan mencoba mencari titik optimum di mana pembagian dividen misalnya ada kenaikan, tetapi disisi lain kita punya ruang yang cukup untuk melakukan pertumbuhan," katanya.
Di sisi lain, Raharja Energi baru memperoleh persetujuan untuk melakukan aksi private placement. Aksi tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan sekaligus meningkatkan ekuitas dalam jangka panjang.
"Kita baru saja mendapatkan approval melakukan private placement. Tentu ini tujuannya untuk menambah ekuitas, sehingga selalu dalam jangka panjang ekuitas kita bertumbuh secara sehat," tutur Sumantri.
Ia menegaskan bahwa dividen tetap menjadi salah satu komitmen perseroan kepada investor. Namun, pada saat yang sama, perusahaan juga perlu menjaga pertumbuhan ekuitas dan kapasitas pendanaan untuk ekspansi.
Pada semester I-2026, RATU mencatatkan pendapatan sebesar USD25,65 juta, relatif stabil dengan pertumbuhan 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD25,15 juta. Kinerja tersebut sejalan dengan realisasi lifting minyak dan gas dari Blok Jabung.
Sementara itu, Adjusted EBITDA tumbuh 38 persen secara tahunan menjadi USD21,28 juta, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah yang memperkuat margin usaha perseroan.
Pertumbuhan paling signifikan terlihat pada laba bersih yang melonjak 102 persen secara tahunan menjadi USD15,54 juta. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh keuntungan pembelian dengan diskon (bargain purchase) dari akuisisi participating interest di Blok Madura, serta meningkatnya kontribusi laba dari entitas asosiasi.
Dari sisi neraca, total aset konsolidasian perseroan meningkat signifikan menjadi USD231,8 juta pada semester I-2026. Peningkatan ini terutama terjadi setelah rampungnya akuisisi SMS Development Ltd. (SMSD), yang memberikan kepemilikan tidak langsung sebesar 20 persen di HCML, operator Blok Selat Madura.
Di sisi lain, liabilitas perseroan turut meningkat menjadi USD166,8 juta seiring dengan pembiayaan akuisisi tersebut. Meski demikian, rasio Debt to Equity Ratio (DER) perseroan sebesar 2,42 kali masih berada jauh di bawah batas covenant sebesar 4,0 kali. (Febrina Ratna Iskana)









