Warga Muara Kaman Kaltim Dapat Pelatihan Deteksi Dini Cegah Karhutla
Menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026 yang dipengaruhi fenomena El Nino, Masyarakat di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mendapat pelatihan deteksi dini munculnya sumber api.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Tim Fire PT Surya Hutani Jaya dengan berkolaborasi bersama unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa serta pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama mencegah munculnya sumber api, khususnya dari aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar.
Tim gabungan turun langsung ke wilayah-wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan kebakaran. Selain melakukan patroli, tim berdialog dengan masyarakat dan menyampaikan imbauan mengenai bahaya penggunaan api di tengah kondisi lahan yang semakin kering.
Baca juga: Polutan Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Masih Terjang Malaysia hingga SingapuraMasyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melapor kepada aparat, pemerintah desa, MPA atau petugas perusahaan apabila menemukan asap maupun indikasi kebakaran.
Exsternal Relation Head PT Surya Hutani Jaya Rudi Sasgo mengatakan pencegahan harus menjadi prioritas utama karena kebakaran yang telah membesar akan jauh lebih sulit dikendalikan.
“Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Karena itu, yang paling penting adalah mencegah sumber api sejak awal. Tim Fire kami tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan TNI, Polri, MPA, pemerintah desa dan masyarakat menjadi ujung tombak pencegahan karhutla di lapangan,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).
Lihat video: 24 Tersangka Karhutla Kalteng, 65 Kasus Masih Diselidiki!
Menurut Rudi, keterlibatan masyarakat sangat penting karena merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi di desa dan lingkungan sekitarnya.“Karhutla bukan persoalan satu perusahaan atau satu institusi. Pencegahannya membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran,” tambahnya.Upaya pencegahan tersebut semakin relevan karena dalam beberapa pekan terakhir wilayah Kecamatan Muara Kaman menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dalam pengendalian karhutla. Patroli gabungan lintas sektor juga terus dilakukan di sejumlah desa untuk memantau kondisi lahan, titik rawan serta ketersediaan sumber air.
Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Muara Kaman pada akhir Agustus lalu bahkan menekankan pentingnya mengedepankan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. “Lebih baik kita capek melakukan sosialisasi daripada kita capek memburu titik api,” tegasnya.
Selain sosialisasi, kesiapsiagaan PT Surya Hutani Jaya dalam menghadapi karhutla didukung sistem pemantauan tingkat bahaya kebakaran, pemantauan hotspot, kesiapan personel dan peralatan pengendalian kebakaran, serta keberadaan Masyarakat Peduli Api di sekitar wilayah operasional.
Pendekatan kolaboratif tersebut merupakan bagian dari strategi agar pencegahan tidak hanya bertumpu pada kemampuan memadamkan api, tetapi dimulai jauh sebelum kebakaran terjadi melalui edukasi, patroli, deteksi dini dan keterlibatan aktif masyarakat.
PT Surya Hutani Jaya berharap sinergi antara perusahaan, aparat pemerintah, TNI, Polri, MPA dan masyarakat dapat terus diperkuat sepanjang musim kemarau. Dengan keterlibatan seluruh pihak, risiko karhutla dan kabut asap di Muara Kaman diharapkan dapat ditekan sekaligus melindungi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
“Satu api yang berhasil dicegah jauh lebih berarti daripada api besar yang harus dipadamkan. Karena itu kami ingin memastikan pesan pencegahan sampai langsung kepada masyarakat,” ucapnya.









