Bitcoin-Ethereum Menguat dalam Sepekan, Investor Cermati Suku Bunga The Fed

Bitcoin-Ethereum Menguat dalam Sepekan, Investor Cermati Suku Bunga The Fed

Ekonomi | sindonews | Kamis, 10 September 2026 - 14:59
share

Harga Bitcoin dan Ethereum masih mencatat penguatan dalam sepekan meski keduanya terkoreksi dalam perdagangan 24 jam terakhir pada Kamis (10/9/2026). Pergerakan aset kripto tersebut berlangsung di tengah perhatian investor terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

“Pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini menunjukkan bahwa pasar masih cukup dinamis. Kenaikan secara mingguan tidak serta-merta menghilangkan potensi volatilitas dalam jangka pendek. Investor perlu mencermati berbagai faktor yang dapat memengaruhi pasar sebelum mengambil keputusan,” ujar Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn seperti dikutip pada Kamis (10/9/2026).

Baca Juga:Mendadak Jadi Miliarder, Pria Ini Menemukan Bitcoin yang Hilang 12 Tahun Bernilai Rp78,9 Miliar

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis pagi, Bitcoin berada di kisaran USD78.033 atau turun 1,09 dalam 24 jam terakhir, namun masih menguat 0,99 dalam sepekan. Sementara itu, Ethereum diperdagangkan sekitar USD2.461, terkoreksi 1,42 dalam 24 jam, tetapi mencatat kenaikan 3,04 dalam sepekan.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai investor perlu mencermati perkembangan makroekonomi yang dapat memengaruhi sentimen pasar aset kripto. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS setelah data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif kuat.

Mengutip The Block pada 7 September 2026, laporan pekerjaan AS menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus. Kondisi tersebut mendorong perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed, sekaligus turut menopang kenaikan imbal hasil US Treasury yang dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026. Keputusan dan sinyal kebijakan dari pertemuan tersebut menjadi salah satu faktor yang akan dicermati pelaku pasar dalam menentukan arah investasi, termasuk terhadap aset digital.

Baca Juga:Bitcoin Naik 24,3 dalam Sepekan, Investor Cermati Regulasi Kripto AS

Ryan mengatakan pergerakan harga aset kripto dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi dan kebijakan moneter hingga perkembangan geopolitik serta sentimen pasar. Karena itu, penguatan harga dalam jangka pendek tidak serta-merta menghilangkan risiko volatilitas.

“Pasar aset kripto memiliki karakteristik volatilitas yang perlu dipahami oleh investor. Pergerakan harga dalam jangka pendek dapat berubah seiring dengan munculnya data ekonomi maupun sentimen global. Karena itu, penting bagi investor untuk melakukan pertimbangan secara menyeluruh dan menyesuaikan keputusan dengan profil risikonya,” tutur Ryan.

Topik Menarik