Urai Antrean BBM, 25 SPBU Pertamina di Makassar Buka 24 Jam Nonstop

Urai Antrean BBM, 25 SPBU Pertamina di Makassar Buka 24 Jam Nonstop

Ekonomi | sindonews | Kamis, 10 September 2026 - 15:13
share

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di Kota Makassar setelah menambah 14 titik dari sebelumnya 11 SPBU. Penambahan jam operasional tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap BBM sekaligus mengantisipasi kepadatan antrean di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto dalam keterangan pers, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga:Pertamina Patra Niaga Tindak 31 SPBU di Sumatra Barat, 6 Dialihkelolakan

Lilik mengatakan perpanjangan jam layanan menjadi salah satu langkah Pertamina merespons dinamika antrean BBM yang masih terlihat di sejumlah SPBU dalam tiga bulan terakhir. Dalam dua hingga tiga hari terakhir, kepadatan juga meningkat pada penyaluran Pertalite.

Di sisi lain, kebutuhan Solar Jenis BBM Tertentu (JBT) meningkat sekitar 10-15 pada periode Juni-Agustus 2026. Peningkatan tersebut dipengaruhi aktivitas logistik yang meningkat, semakin lebarnya disparitas harga, serta indikasi aktivitas pelangsiran yang turut memengaruhi pola konsumsi BBM di lapangan.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina menjalankan sejumlah langkah, antara lain marshalling pada SPBU dengan antrean padat untuk mengarahkan kendaraan ke SPBU lain yang memiliki antrean lebih landai. Pertamina juga menambah alokasi BBM sekitar 10-15 dari rata-rata penyaluran harian pada wilayah atau SPBU yang membutuhkan.Baca Juga:Pertamina Tindak 31 SPBU di Sumbar Akibat Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi

Selain itu, Pertamina mengoptimalkan armada mobil tangki dan menyesuaikan pola distribusi guna mempercepat pengiriman BBM ke SPBU. Pengawasan transaksi BBM bersubsidi juga diperkuat, termasuk dengan memblokir 6.023 nomor polisi yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan.

“Berbagai langkah ini berjalan secara bersamaan. Kami melihat kondisi setiap wilayah dan SPBU berdasarkan kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif,” kata Lilik.

Pertamina mengimbau masyarakat melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. “Kami mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Stok dan distribusi terus kami jaga, sementara pelayanan juga kami perluas melalui penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam,” ujarnya.

Topik Menarik