Utusan AS Berkunjung ke Ukraina, Rusia Kirim 108 Drone Mematikan ke Kyiv
Dua utusan AS berharap dapat melakukan "pertemuan yang sama produktifnya" di Ukraina setelah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow mengenai pengakhiran perang.
Steve Witkoff dan Jared Kushner tiba di Kyiv pada hari Minggu, setelah "membahas rencana substantif untuk langkah-langkah selanjutnya" dengan Putin pada hari Sabtu, menurut Gedung Putih.
Belum jelas apa persisnya rencana tersebut, namun pengumuman diperkirakan akan disampaikan dalam beberapa minggu mendatang, seiring dengan semakin intensifnya upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Ini adalah kunjungan pertama para negosiator utama Presiden AS Donald Trump ke ibu kota Ukraina. Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap ibu kota masing-masing selama tiga hari.
Saat Witkoff dan Kushner sedang bernegosiasi di Kremlin, Zelensky mengatakan bahwa ia dan timnya "siap untuk pembicaraan tersebut", dan bahwa mereka "berminat untuk mempercepat berakhirnya perang".Melalui unggahan di media sosial, ia menyatakan bahwa jaminan perdamaian dan keamanan diperlukan, serta penting untuk "bekerja secara terkoordinasi, substantif, dan realistis".
Melansir BBC, sepanjang malam, pasukan Rusia dan Ukraina terus saling melancarkan serangan; Ukraina mengonfirmasi bahwa mereka telah menyerang kilang minyak, lapangan terbang, dan dua sistem pertahanan udara.
Kementerian pertahanan negara itu menyatakan bahwa mereka menargetkan kilang minyak Ryazan—yang memasok kebutuhan tentara Rusia—serta sebuah lapangan terbang di Rostov-on-Don.
Sebelumnya, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia menyerang Ukraina menggunakan 108 pesawat nirawak (drone) jarak jauh dan rudal jelajah kecil.Sistem pertahanan udara negara itu berhasil menjatuhkan 82 drone dan enam rudal, namun 11 lokasi terkena serangan, sementara puing-puing jatuh di tujuh lokasi lainnya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyambut Jared Kushner dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff di Kyiv.
Menurut media pemerintah Rusia, pembicaraan pada hari Sabtu di Moskow berlangsung selama tiga jam dan diadakan secara tertutup di kediaman resmi Putin di pusat ibu kota Rusia tersebut.
Rincian mengenai pertemuan ini masih terus bermunculan, namun kedua belah pihak telah memberikan tanggapan yang secara umum positif tanpa memaparkan detail spesifik.
Penasihat Putin, Yuri Ushakov, menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai pertemuan yang "konstruktif dan sangat terus terang".
"Pembicaraan tidak terbatas pada pertukaran pandangan mengenai penyelesaian krisis Ukraina—masalah ekonomi serta potensi proyek-proyek besar Rusia-Amerika yang saling menguntungkan juga dibahas secara cukup rinci," ujarnya.Ushakov juga menyebutkan adanya "catatan mengenai kemajuan nyata pasukan Rusia di zona pertempuran" serta pengakuan bahwa pembicaraan perlu membahas "akar penyebab konflik".
Meskipun terjadi peningkatan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Rusia terhadap kota-kota di Ukraina—termasuk Kyiv—pasukan darat Rusia mencatat kemajuan yang sangat lambat selama sebagian besar masa konflik, sembari menanggung kerugian besar dalam hal korban jiwa. Rusia masih menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina—area yang mereka rebut kembali pada tahun 2022.
Politisi Murtad yang Didukung Trump Kalah Pemilihan Pendahuluan, Justru karena Namanya Khas Muslim
Kushner dan Witkoff telah beberapa kali mengunjungi Rusia, namun karena wilayah udara Ukraina ditutup sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022, tidak jelas bagaimana mereka akan melakukan perjalanan dari Moskow ke Kyiv.
Pembicaraan ini berlangsung setelah Rusia dan Ukraina meningkatkan intensitas serangan udara dalam beberapa bulan terakhir.
Ukraina menyatakan kesulitan menangkis serangan rudal balistik akibat kurangnya rudal pencegat, sementara Kyiv memusatkan serangannya pada target infrastruktur ekonomi Rusia, terutama instalasi minyak.





