Bersih-bersih BUMN Karya Dimulai, Brantas Abipraya Pangkas 30 Entitas Usaha

Bersih-bersih BUMN Karya Dimulai, Brantas Abipraya Pangkas 30 Entitas Usaha

Ekonomi | sindonews | Kamis, 3 September 2026 - 20:54
share

Danantara Indonesia bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mulai melakukan penataan atau streamlining klaster BUMN sektor konstruksi dengan menyederhanakan 30 entitas di lingkungan Grup Brantas Abipraya. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi BUMN Karya untuk membentuk struktur organisasi yang lebih ramping, terintegrasi, dan berfokus pada bisnis inti konstruksi.

"Danantara Indonesia mendorong streamlining Grup Brantas Abipraya dari 30 entitas menuju struktur yang lebih terintegrasi dan efektif untuk memusatkan kapabilitas pada bisnis inti konstruksi. Transformasi ini bukan sekadar menyederhanakan struktur, tetapi membangun bisnis yang lebih fokus, sehat, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan," ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga:Ratas di Hambalang, Prabowo Perintahkan Segera Pangkas Anak Cucu BUMN

Penataan tersebut dilakukan dengan mereorganisasi portofolio entitas di lingkungan Grup Brantas Abipraya guna mengoptimalkan konsentrasi sumber daya dan kapabilitas operasional. Efisiensi struktur diharapkan membuat tata kelola korporasi lebih lincah sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.

Dalam koordinasi bersama jajaran Direksi Brantas Abipraya, Danantara juga menekankan perubahan paradigma bisnis BUMN Karya agar tidak lagi berorientasi pada perolehan kontrak semata. Kinerja perusahaan akan lebih diarahkan pada kualitas proyek, ketepatan pelaksanaan, serta kemampuan setiap proyek menghasilkan profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan.

"Pertumbuhan perusahaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya proyek yang diperoleh. Yang jauh lebih penting adalah kualitas proyek, disiplin dalam eksekusi, serta kemampuan setiap proyek menghasilkan profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan," tegas Dony.Untuk memperkuat fundamental bisnis, Danantara menginstruksikan pengetatan kriteria dalam pemilihan dan seleksi tender proyek serta peningkatan efisiensi di seluruh lini kerja. Kebijakan tersebut ditujukan agar sumber daya perusahaan terkonsentrasi pada proyek yang memiliki kualitas dan kelayakan finansial.

"Penguatan fundamental bisnis menjadi prioritas kami, yakni mempertajam pemilihan proyek, meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas pekerjaan, serta memperkuat kemampuan eksekusi," tuturnya.

Baca Juga:Prabowo Sebut Negara Hemat Rp100 Triliun dari Pemangkasan 290 BUMN

Dony menambahkan melalui struktur yang lebih ramping dan fokus bisnis yang semakin tajam, Brantas Abipraya diarahkan menjadi perusahaan konstruksi yang lebih profesional dan sehat serta mampu menghasilkan karya berkualitas untuk mendukung pembangunan Indonesia.

Topik Menarik