Anggaran Kementerian PU Naik Jadi Rp114,59 Triliun di 2027, Ini Proyek yang Bakal Dibangun
JAKARTA - Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk 2027 resmi ditetapkan sebesar Rp114,59 triliun. Dari total anggaran tersebut, porsi terbesar mencapai Rp37,30 triliun akan diarahkan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan hingga infrastruktur konektivitas lainnya.
Besaran anggaran tersebut meningkat dibandingkan pagu indikatif awal Kementerian PU sebesar Rp98,47 triliun. Dalam pembahasan bersama Komisi V DPR RI, kementerian memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp16,12 triliun, terdiri atas Rp14,41 triliun rupiah murni dan Rp1,71 triliun non-rupiah murni.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan anggaran 2027 akan difokuskan untuk mendukung sejumlah agenda prioritas nasional, mulai dari ketahanan pangan, air dan energi, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja hingga pemerataan pembangunan desa.
"Bagi kami, produktivitas berarti sawah terairi dari irigasi-irigasinya, logistik semakin terhubung dan layanan dasar berfungsi secara optimal. Investasi dan industri didukung oleh konektivitas, infrastruktur dasar serta kawasan yang tertata," kata Dody dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026)
Dari total anggaran Rp114,59 triliun, Direktorat Jenderal Bina Marga mendapatkan alokasi terbesar, yakni Rp37,30 triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan baru, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan, preservasi serta pembangunan dan penggantian jembatan. Selain itu, anggaran juga mencakup pembangunan flyover, underpass hingga jalan tol.
Setelah Bina Marga, alokasi terbesar berikutnya diberikan kepada Direktorat Jenderal Prasarana Strategis sebesar Rp32,57 triliun.
Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk revitalisasi sekolah keagamaan, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III, pembangunan perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, serta pembangunan prasarana kesehatan, peribadatan, olahraga, perekonomian dan fasilitas strategis lainnya.
Harga BBM Pertamina Turun Lagi! Cek Pertamax, Turbo hingga Pertalite Hari Ini 4 Agustus 2026
Sementara itu, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memperoleh Rp30,66 triliun. Anggaran ini akan diarahkan untuk pembangunan bendungan yang sedang berjalan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pengendalian banjir dan sedimen, pengamanan pantai, peningkatan kapasitas air baku serta Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Adapun Direktorat Jenderal Cipta Karya mendapatkan Rp12,15 triliun untuk pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), perluasan SPAM, pengelolaan air limbah, persampahan dan bangunan gedung.
Sebesar Rp1,91 triliun lainnya dialokasikan untuk mendukung fungsi manajemen dan teknis Kementerian PU.
Kementerian PU juga menyiapkan anggaran Rp7,06 triliun untuk memperkuat program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) pada 2027.
Program tersebut akan menyasar 17.412 lokasi, terdiri atas 13.296 lokasi P3TGAI, 128 unit jembatan gantung serta 3.988 lokasi program IBM bidang permukiman.
Program permukiman tersebut mencakup Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Sanitasi LPK dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Dody menegaskan pelaksanaan program pada 2027 akan dilakukan secara lebih fokus dan realistis agar belanja infrastruktur pemerintah memberikan manfaat yang lebih cepat kepada masyarakat.
"Pelaksanaan akan kami jaga secara lebih berkualitas, akuntabel, dan dapat senantiasa dipertanggungjawabkan serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara maksimal," ujar Dody.









