Anggota DPD Arya Wedakarna Tuai Kritik karena Hadiri Acara LGBT di Thailand
Kehadiran anggota DPD RI asal Bali Arya Wedakarna diacara LGBT dunia di Bangkok, Thailand mendapat sorotan publik. Salah satunya dari YouTuber sekaligus Chef Rakyat Indonesia Bobon Santoso.
“Pak Arya, jabatan adalah amanah, bukan tiket untuk hadir di setiap panggung. Gimana Jik @aryawedakarna ? @dpdri,” tulisnya di laman media sosial IG-nya @bobonsantoso, dikutip SindoNews, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun SIndoNews, anggota DPD Bali Arya Wedakarna tampak mengenakan pakaian seperti adat Bali berwarna hitam dengan ikat kepala atau udeng merah marun saat menghadiri acara tersebut.
Arya Wedakarna juga tampak menaiki panggung didampingi ajudannya. Tidak hanya itu, dia juga sempat berfoto bersama dengan dua orang yang memiliki rambut panjang dan pendek.
Baca juga: Jokowi Teken Keppres Pemecatan Senator Arya WedakarnaMenanggapi sorotan publik tersebut, Arya Wedakarna mengatakan, dirinya hadir bukan sebagai anggota DPD RI, melainkan sebagai tokoh Bali yang mewakili lembaga Hindu.
“Saya ingin mengklarifikasi kunjungan kerja ke Thailand bukan sebagai pejabat negara tapi saya sebagai tokoh budaya Bali. Jadi saya datang ke sana tidak ada identitas sebagai pejabat negara. Saya sebagai orang Bali, sebagai tokoh hindu, makanya saya datang menggunakan pakaian adat Bali,” ujarnya.
Arya Wedakarna menjelaskan, acara di Thailand itu adalah undangan dari sebuah komite bernama MS Organization dan sudah pernah beraudiensi kepadanya di Bali beberapa waktu lalu.
Lihat video: Kontroversi Ucapan Senator Bali Arya Wedakarna Singgung Soal Hijab This is Not Middle East
“Jadi mereka adalah pengusaha-pengusaha yang ingin membuat acara di Bali. Dan acaranya banyak, jadi selama acara di Thailand tiga hari kemarin, ada kegiatan saya berkunjung ke Wihara, ada spiritual Budha, ada juga acara ke tempat kuil-kuil Hindu, dan itu semua ada dalam social media Arya Wedakarna,” katanya.Arya Wedakarna menyebut, saat acara itu rangkaiannya cukup banyak mulai dari diskusi, kuliner, pameran, dan ada juga pertemuan-pertemuan lintas latar belakang pengusaha. “Waktu itu kami mendapat undangan untuk meluncurkan satu video yaitu video tentang pariwisata Bali khususnya Pariwisata Bali Barat. Jadi tim dari Thailand sudah berkunjung ke Bali mempromosikan Bali, dan saya diberikan kesempatan untuk meluncurkan video itu di hadapan publik. Dalam acara itu, ada berbagai kalangan, mungkin yang dianggap normal dan tidak normal, kan kita tahu Thailand seperti apa,” tuturnya
Arya Wedakarna mengaku tidak berwenang mengomentari panitia kegiatan tersebut.
“Saya sebagai tamu tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, kemudian gender apa, itukan etika. Saya tidak dalam posisi mengomentari. Jadi waktu itu menerima penghargaan karena ada tokoh budaya Bali, tokoh pariwisata Bali, ya sudah ada penghargaaan kita terima, kemudian bersalaman selesai seperti itu. Namanya kita menghargai seperti itu ya,” ucapnya.
“Saya baru tahu ternyata panitia ini, beberapa tahun lalu selama 2-3 tahun berturut-turut dari MS Organisasi ini pernah mengadakan acara di Bali,waktu itu saya sempat hadir di beberapa rangakaian acara Kalau tidak salah mereka mengadakan acara festival kuliner, tentang pariwisata, diskusi ada table top dan banyak hal-hal,” sambungnya.
Modus Licik Pilot Malaysia Selundupkan Ekstasi ke Indonesia, Kelabui Tes Narkoba dengan Urine Bersih
Arya Wedakarna juga berterima kasih karena mereka peduli terhadap Bali. Baginya yang terpenting adalah bagaimana mendatangkan turis ke Bali.
“Kita berterima kasih karena mereka sudah concern terhadap Bali Arya Wedakarna pragmatis saja, bagaimana mendatangkan banyak turis ke Bali, bagaimana Bali menjadi tempat ramah karena di acara itu ada delegasi dari 15 negara. Mereka semua cinta sama Bali,” katanya.
“Kalau mengnenai pemilihan miss-miss macam-macam, saya enggak paham, karena mungkin itu rangkaian. Jadi saya duduk, saya hadir terima penghargaan ya sudah pulang. Saya tidak kenal dengan delegasinya dan lain sebagainya. Kita bangga bahwa Bali dilibatkan menjadi 15 negara yang dianggap memiliki pariwisata yang humanis, universal dan mendapatkan suatu promosi selamat ya buat pariwisata Bali untuk tetap menjadi yang terbaik di dunia,” paparnya.










