HUT ke-53 KNPI, Tiga Tokoh Terima Award untuk Dedikasi pada Pemuda
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung stagnan dan bergerak konsolidasi dalam sepekan terakhir, ditutup di level Rp17.693 per dolar AS pada perdagangan Jumat (28/8/2026) dengan penguatan tipis 0,01 secara mingguan. Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat tipis ke Rp17.703 per dolar AS dari posisi sepekan sebelumnya Rp17.705 per dolar AS.
"Pelaku pasar cenderung menahan diri dari mengambil posisi agresif sebelum melihat angka inflasi resmi," tulis Analis Pasar Uang dan Komoditas PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi keterangannya dikutip pada Minggu (28/8/2026).
Baca Juga:Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.693 per Dolar AS
Ibrahim memproyeksikan pergerakan kurs rupiah pekan depan bakal berada di rentang Rp17.600 hingga Rp17.900 per dolar AS, dipengaruhi kombinasi faktor domestik dan eksternal. Indikator inflasi menjadi acuan krusial bagi Bank Indonesia dalam mengarahkan kebijakan moneter dan tingkat suku bunga ke depan, di mana laju inflasi terkendali berpotensi membuka ruang pelonggaran moneter.
Di sisi domestik, pelaku usaha mengambil sikap wait and see menjelang rilis data inflasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Rilis data perdagangan bulan Juli yang juga disajikan BPS turut menjadi perhatian karena mencerminkan dinamika pasokan, permintaan, serta biaya logistik pangan yang dapat membebani impor jika ketergantungan meningkat. "Serta melemahnya mata uang rupiah dalam laporan perdagangan membuat biaya impor pangan menjadi lebih mahal," ujar Ibrahim.Baca Juga:Rupiah Diguncang Aksi Demo, Hari Ini Tak Berdaya di Posisi Rp17.744 per Dolar AS
Dari ranah eksternal, eskalasi geopolitik antara AS dan Iran masih membayangi dinamika perdagangan global. Pelaku pasar internasional juga bersikap hati-hati mencermati pidato perdana Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh untuk mencari sinyal mengenai inflasi dan arah suku bunga AS.
Pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), rupiah menguat 51 poin atau 0,29 dari posisi hari sebelumnya di Rp17.744 menjadi Rp17.693 per dolar AS. Pergerakan tersebut sejalan dengan rentang kurs JISDOR Bank Indonesia yang bergerak di kisaran Rp17.703–Rp17.762 sepanjang periode 24–27 Agustus 2026.










