Jangan Injak Kecoak sampai Gepeng, Ini Risiko Bakteri dan Cara Membersihkannya
Kecoak yang tiba-tiba muncul di sudut rumah kerap membuat siapa saja refleks mengambil langkah cepat untuk menginjaknya hingga gepeng lalu menyapunya ke tempat sampah.
Bagi kebanyakan orang, selama bangkai serangga tersebut sudah hilang dan lantai terlihat bersih, masalah dianggap selesai. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan refleks ini justru menyimpan risiko kesehatan yang tak kasat mata?
Praktisi Bisnis Lingkungan Saprian atau Bang Sap dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa menginjak kecoa hingga gepeng dan perutnya pecah justru menjadi sarana penyebaran bakteri jahat di dalam hunian.
Baca juga: Sudah Mengurangi Garam, Mengapa Tekanan Darah Tak Kunjung Turun?
"Kecoak yang kamu injak sampai gepeng, terus cuma disapu itu, ternyata bisa bawa penyakit, loh! Buat kita, yang penting kan bangkainya dibuang, disapu, lantai bersih lagi, selesai. Gitu, kan?" ungkapnya, dikutip Kamis (27/8/2026).Menurutnya, bahaya kecoa sebenarnya bukan terletak pada tubuhnya yang beracun, melainkan habitat hidupnya yang berada di tempat kotor seperti selokan, tumpukan sampah, dan sisa makanan. Lingkungan lembab dan kotor tersebut menjadikan tubuh kecoa sebagai kendaraan bagi berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
Saat tubuh kecoa terinjak hingga hancur, cairan serta isi perutnya akan terhempas dan mengkontaminasi area sekitarnya.
Baca juga: Peneliti UNEJ: Gipsum Puger dan Pati Singkong Bantu Regenerasi Tulang Rahang
"Tapi, waktu tubuhnya kegeprek, isi perutnya ikut tercecer dan sebagian membawa bakteri yang nggak kelihatan oleh mata kita. Kecoa berisiko bukan karena tubuhnya beracun, tapi karena dia hidup di selokan, sampah, dan sisa makanan. Tubuhnya jadi kendaraan buat bakteri seperti E. coli dan Salmonella," jelas dia.
Bang Sap mengatakan, menyapu bangkai yang sudah hancur hanya menghilangkan wujud fisiknya saja. Sebaliknya, kuman dan bakteri mikro berisiko tetap tertinggal di permukaan lantai maupun menempel pada alas kaki."Waktu kamu injak sampai pecah, bakterinya nempel di lantai dan sandal. Disapu doang? Bangkainya bisa hilang, tapi residunya belum tentu terangkat. Kalau pindah ke tangan, lalu ke makanan, bisa memicu diare sampai muntah. Bukan berarti sekali injak langsung sakit, tapi peluang kontaminasinya jadi naik. Bahkan serpihan tubuh kotorannya bisa memicu alergi buat orang yang sensitif," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan antisipasi risiko gangguan pencernaan seperti diare dan muntah, serta pencegahan kekambuhan alergi bagi anggota keluarga yang sensitif, masyarakat disarankan untuk mengubah kebiasaan penanganan serangga ini. Jika tidak sengaja terlanjur memijak kecoa hingga pecah, langkah pembersihan tidak boleh berhenti hanya pada sapu dan pengki.
"Makanya, kalau terlanjur menginjak kecoa, jangan cuma disapu. Ambil pakai tisu, buang ke tempat tertutup, lalu lap bekasnya pakai sabun, habis itu cuci tangan. Jadi, yang perlu dikhawatirkan bukan kecoa yang udah gepeng, tapi jejak yang ditinggalkan seperti kenangan di masa lalumu itu," pungkas dia.










