Kisah-kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW, Isyarat Ajal dan Tegaskan Kepemimpinan Usamah
Menjelang wafatnya Nabi MuhammadShallalahu Alaihi Wassalam, sejumlah peristiwa penting terjadi. Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam mulai menunjukkan tanda-tanda semakin dekatnya ajal, namun di tengah kondisi tersebut beliau tetap memikirkan umat dan memastikan urusan kaum Muslimin berjalan sebagaimana mestinya.
Salah satu kisah yang dicatat Ibnu Abil Hadid dalam Syarh Nahjil Balaghah menyebutkan, setelah mempersiapkan pasukan untuk menghadapi Romawi di Balqa di bawah pimpinan Usamah bin Zaid, Rasulullah SAW berziarah ke pemakaman Baqi'.
Setibanya di sana, Rasulullah SAW mengucapkan salam kepada para penghuni kubur dan memohonkan ampun bagi mereka. Setelah itu, beliau menyampaikan kepada para sahabat bahwa Malaikat Jibril ASbiasanya menyampaikan atau mengulang bacaan Al-Qur'an bersama beliau sekali dalam setahun. Namun pada tahun tersebut, Jibril AS melakukannya dua kali.
Rasulullah SAW kemudian menyampaikan dugaan bahwa hal itu merupakan tanda semakin dekatnya ajal beliau.
Keesokan harinya, Rasulullah SAW disebut menyampaikan khutbah di hadapan para sahabat. Dalam khutbah tersebut, beliau mengingatkan umat agar menyelesaikan berbagai urusan sebelum dirinya meninggalkan mereka.Baca juga:Surat An-Nasr, Isyarat Dekatnya Wafat Rasulullah SAWBeliau meminta siapa pun yang masih memiliki titipan agar mengembalikannya, begitu pula orang yang memiliki piutang kepada beliau agar datang sehingga dapat segera diselesaikan.
Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa hubungan seseorang dengan Allah SWT tidak ditentukan oleh keturunan maupun kedudukan, melainkan oleh amal perbuatannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia di hadapan Allah SWT tidak ditentukan oleh status duniawi, tetapi oleh keimanan dan amal saleh.
Rasulullah SAW Jatuh Sakit
Setelah Haji Wada, Rasulullah SAW mengangkat Usamah bin Zaid bin Haritsah sebagai panglima pasukan Muslim untuk memimpin ekspedisi ke wilayah Syam guna menghadapi Romawi.Pengangkatan Usamah yang masih berusia muda sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian sahabat. Pasalnya, masih terdapat sejumlah sahabat senior yang memiliki pengalaman luas dalam peperangan.
Namun Rasulullah SAW tetap pada keputusannya.Usamah merupakan putra Zaid bin Haritsah RA, salah satu sahabat yang gugur dalam Perang Mu'tah ketika menghadapi pasukan Romawi. Rasulullah SAW memberikan kepercayaan kepada Usamah untuk memimpin pasukan meskipun usianya masih muda.
Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa usia bukan satu-satunya ukuran dalam menentukan seseorang layak memegang amanah kepemimpinan.
Usamah dikenal sebagai sosok yang cerdas dan memiliki kemampuan memimpin. Penunjukan tersebut juga menjadi bentuk pendidikan Rasulullah SAW kepada generasi muda agar berani memikul tanggung jawab besar.
Ketika pasukan Usamah telah bersiap untuk bergerak, Rasulullah SAW tiba-tiba jatuh sakit.
Beliau mengalami demam tinggi hingga kondisi tubuhnya semakin lemah. Penyakit tersebut membuat kaum Muslimin khawatir, terlebih Rasulullah SAW selama ini dikenal memiliki fisik yang kuat dan tetap aktif menjalankan tugas dakwah.Meski sedang sakit, Rasulullah SAW masih memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan umat, termasuk memastikan ekspedisi Usamah tetap berjalan.
Beliau tetap menegaskan keputusan pengangkatan Usamah sebagai panglima. Tidak ada alasan bagi pasukan tersebut untuk membatalkan tugas yang telah diperintahkan.
Abu Bakar Menggantikan Rasulullah SAW sebagai Imam Salat
Seiring berjalannya waktu, kondisi Rasulullah SAW semakin memburuk.Pada awalnya beliau masih berusaha menjalankan aktivitas seperti biasa, termasuk mengimami salat berjamaah. Namun ketika penyakit semakin berat, Rasulullah SAW memerintahkan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA untuk menggantikannya sebagai imam.
Penunjukan Abu Bakar RA sebagai imam salat memiliki makna penting dalam sejarah Islam.
Para sahabat kemudian memahami perintah tersebut sebagai salah satu petunjuk mengenai kedudukan Abu Bakar RA di tengah umat setelah Rasulullah SAW wafat.Di tengah sakit yang semakin berat, Rasulullah SAW tetap menunjukkan perhatian terhadap masa depan umat Islam.
Beliau tidak hanya memikirkan kondisi dirinya, tetapi juga memastikan urusan kaum Muslimin tetap berjalan, termasuk ekspedisi yang dipimpin Usamah bin Zaid dan pelaksanaan salat berjamaah.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari hari-hari terakhir kehidupan Rasulullah SAW. Di saat ajal semakin dekat, beliau tetap menegaskan pentingnya amanah, tanggung jawab, persatuan umat, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Kisah ini juga menjadi pelajaran bahwa kepemimpinan dalam Islam merupakan amanah yang harus diberikan kepada orang yang memiliki kemampuan, tanpa semata-mata melihat usia atau kedudukan.
Baca juga:Selain Maulid, Rabiul Awal Ternyata Bulan Wafatnya Nabi Muhammad SAW









