Shifa Damayanti Torehkan Sejarah, Jadi Perempuan Pertama Hike and Fly
Shifa Damayanti mencatat pencapaian baru dalam olahraga paralayang Indonesia. Pilot paralayang dari Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) itu menjadi perempuan pertama yang berhasil melakukan hike and fly di Gunung Gamalama dan Gunung Gamkonora, Maluku Utara.
Dikutip dari rilis resmi Mapala UI, Hike and fly merupakan aktivitas mendaki gunung sebelum melanjutkan perjalanan dengan terbang menggunakan payung paralayang. Pencapaian Shifa tersebut menjadi bagian dari Ekspedisi Fly The Spice Islands yang digagas Mapala UI.
Shifa diketahui merupakan mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan UI tahun 2025. Ia juga telah memiliki lisensi pilot paralayang tingkat pertama sejak 2023.
Baca Juga : Menikmati Keindahan Puncak dengan Paralayang
Aksinya di Maluku Utara tidak hanya menarik perhatian karena menjadi pencapaian baru bagi pilot perempuan. Momen ketika Shifa berhasil mendarat di Desa Talaga, Maluku Utara, juga mencuri perhatian warga setempat.Saat itu, Shifa harus melakukan pendaratan darurat karena kondisi angin yang cukup kencang membuatnya tidak dapat mendarat di titik yang telah ditentukan. Ia kemudian mengubah arah dan berhasil mendarat dengan selamat di depan kantor kecamatan.
Warga yang sejak awal menunggu aksi penerbangan tersebut langsung menyambut Shifa dengan sorak-sorai. Sejumlah ibu bahkan terlihat memeluk dan mencium Shifa karena merasa terharu melihatnya berhasil mendarat dengan selamat.
Momen tersebut direkam oleh warga dan kemudian menyebar di TikTok hingga menjadi viral. Pencapaian Shifa kemudian mendapat apresiasi dari Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata Zita Anjani.
Baca Juga : Mapala UI Bangun Ekonomi Desa dan Wisata Dirgantara di Maluku
Menurut Zita, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengeksplorasi berbagai bidang, termasuk aktivitas petualangan dan pariwisata.“Bagi saya, Ekspedisi Fly The Spice Islands di Maluku Utara merupakan contoh bagaimana pemerintah dapat berjalan bersama anak muda dan komunitas untuk mengeksplorasi sekaligus memperkenalkan kekayaan pariwisata Indonesia,” ujar Zita.
Ia juga menilai pencapaian Shifa dapat menjadi langkah inspiratif untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berani mengeksplorasi dan membuka potensi baru dalam pariwisata Indonesia.
Zita berharap kegiatan seperti Ekspedisi Fly The Spice Islands dapat mendorong lebih banyak eksplorasi dan kolaborasi di Maluku Utara. Menurutnya, semakin banyak generasi muda mengenal berbagai wilayah Indonesia, semakin besar pula kesempatan untuk menjaga dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Bagi Shifa sendiri, pencapaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan olahraga paralayang, tetapi juga memperlihatkan bahwa aktivitas eksplorasi dan petualangan terbuka bagi siapa saja, termasuk perempuan.










