Selain Maulid, Rabiul Awal Ternyata Bulan Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Selain Maulid, Rabiul Awal Ternyata Bulan Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:14
share

Rabiul Awal dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam. Karena itu, bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini identik dengan peringatan Maulid Nabi. Namun, Rabiul Awal ternyata tidak hanya memiliki kaitan dengan kelahiran Rasulullah SAW. Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam juga terjadi pada bulan ini, termasuk wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Dalam buku Sejarah Hidup Muhammad, Muhammad Husain Haekal menjelaskan bahwa para ahli sejarah berbeda pendapat mengenai tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagian besar menyebut beliau lahir pada Tahun Gajah, sekitar 570 Masehi.

Ibnu Abbas termasuk yang berpendapat bahwa Rasulullah SAW lahir pada Tahun Gajah. Sementara pendapat lain menyebut beliau lahir beberapa tahun sebelum atau sesudah peristiwa tersebut.

Perbedaan pendapat juga terjadi mengenai bulan kelahiran Nabi. Sebagian besar ulama dan ahli sejarah menyebut Rabiul Awal. Namun, ada pula pendapat yang menyebut Muharam, Safar, Rajab, hingga Ramadan.

Baca juga:Kisah Syekh Isa Al-Bayanuni, Jasad Tetap Utuh karena Cinta kepada Rasulullah SAW?Begitu pula mengenai tanggal kelahirannya. Ada yang menyebut tanggal 2, 8, atau 9 Rabiul Awal. Pendapat yang paling masyhur menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal, sebagaimana dinukil dari Ibnu Ishaq dan sejumlah ahli sejarah.

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menyebut tidak ada perbedaan pendapat mengenai tempat kelahiran Rasulullah SAW, yakni Kota Mekkah. Mengenai tahunnya, beliau juga menyebut kelahiran Nabi terjadi pada Tahun Gajah.

Menerima Wahyu

Rabiul Awal juga memiliki kaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Dalam sejumlah riwayat populer, masa kenabian Nabi Muhammad SAW dimulai ketika beliau berusia 40 tahun setelah menerima wahyu pertama.

Ketika sedang beruzlah di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan memerintahkan Rasulullah SAW untuk membaca.

"اقْرَأْ" atau "Bacalah!" demikian perintah pertama yang disampaikan Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW menjawab bahwa beliau tidak dapat membaca. Malaikat Jibril kemudian menyampaikan wahyu:

"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."Ayat tersebut merupakan lima ayat pertama Surat Al-'Alaq.

Catatan: Secara kronologi sirah yang lebih umum, wahyu pertama diterima Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadan, bukan Rabiul Awal. Karena itu, bagian ini sebaiknya tidak dinyatakan sebagai peristiwa Rabiul Awal.

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Peristiwa paling mengharukan yang berkaitan dengan Rabiul Awal adalah wafatnya Rasulullah SAW.

Pendapat yang masyhur menyebut Nabi Muhammad SAW wafat pada Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriah. Namun, para ulama dan ahli sejarah berbeda pendapat mengenai kepastian tanggal tersebut.

Saat sakit Rasulullah SAW semakin parah, putrinya, Fatimah az-Zahra, datang menemui beliau. Nabi kemudian membisikkan sesuatu kepada putrinya hingga Fatimah menangis.

Setelah itu, Rasulullah SAW kembali membisikkan sesuatu. Kali ini Fatimah justru tertawa.

Ketika ditanya Aisyah mengenai percakapan tersebut, Fatimah awalnya tidak ingin membuka rahasia Rasulullah SAW. Namun, setelah beliau wafat, Fatimah menjelaskan bahwa Nabi memberitahunya bahwa sakit yang dideritanya akan menjadi sebab wafatnya.Itulah yang membuat Fatimah menangis. Kemudian Rasulullah SAW memberitahukan bahwa Fatimah merupakan anggota keluarga yang pertama menyusul beliau. Mendengar hal itu, Fatimah pun tertawa.

Dalam kondisi demam yang sangat tinggi, Rasulullah SAW beberapa kali meletakkan tangannya ke dalam wadah berisi air kemudian mengusapkannya ke wajah.

Melihat penderitaan sang ayah, Fatimah berkata, "Alangkah beratnya penderitaan ayah."

Rasulullah SAW kemudian menjawab bahwa setelah hari itu tidak akan ada lagi penderitaan yang dialaminya.

Peristiwa Penting Lainnya

Rabiul Awal juga menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan umat Islam. Di antara peristiwa yang kerap dikaitkan dengan bulan ini adalah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah.

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW singgah di Quba. Beliau tinggal selama beberapa hari di tempat Bani Amr bin Auf dan kemudian mendirikan Masjid Quba.

Masjid Quba dikenal sebagai salah satu masjid paling awal yang dibangun Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah.Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, peristiwa hijrah dijadikan sebagai dasar penetapan kalender Hijriah.

Selain itu, pelaksanaan salat Jumat pertama dalam perjalanan hijrah juga menjadi salah satu peristiwa penting yang sering dikaitkan dengan Rabiul Awal.

Setelah Rasulullah SAW wafat, para sahabat kemudian bermusyawarah dan membaiat Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah pertama umat Islam.

Dengan demikian, Rabiul Awal bukan hanya bulan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bulan ini juga menjadi saksi berbagai fase penting perjalanan Rasulullah SAW dan sejarah awal umat Islam.

Bagi umat Islam, Rabiul Awal menjadi momentum untuk kembali mempelajari sirah Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlaknya, memperbanyak selawat, serta menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Baca juga:4 Alasan Mengapa Umat Islam Wajib Mencintai Rasulullah SAW

Topik Menarik