Macron Warning Eropa: Rusia Akan Tingkatkan Eskalasi, Negara-negara NATO Jadi Sasaran

Macron Warning Eropa: Rusia Akan Tingkatkan Eskalasi, Negara-negara NATO Jadi Sasaran

Global | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:53
share

Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa Rusia akan berupaya meningkatkan eskalasi terhadap negara-negara NATO Eropa untuk mencegah mereka terus memberikan dukungan kepada Ukraina. Peringatan ini disampaikan ketika para pemimpin Eropa berkumpul di Kyiv pada hari Senin.

“Rusia akan mencoba meningkatkan eskalasi terhadap negara-negara Eropa untuk mencegah mereka membantu Ukraina,” kata Macron dalam pertemuan Coalition of the Willing.

Baca Juga: Rusia Nyatakan Inggris Ikut Perang karena Beri Ukraina Akses untuk Rakit Rudal Storm Shadow

“Jelas bahwa negara-negara NATO akan menjadi sasaran dan provokasi akan semakin meningkat,” ujarnya, seraya menyerukan agar negara-negara sekutu Eropa menerapkan “postur yang kuat.”

Macron mengatakan Prancis dan negara-negara mitranya harus mempercepat pengiriman rudal pencegat pertahanan udara serta kemampuan pertahanan rudal balistik ke Ukraina.

Dia memperingatkan bahwa kekurangan sistem-sistem tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.Macron mengatakan Prancis akan mempercepat pengiriman sistem yang tersedia serta bekerja sama dengan negara-negara mitra untuk meningkatkan kapasitas produksi di Ukraina.

Dia juga menyerukan agar dukungan terhadap sektor energi Ukraina terus diberikan menjelang musim dingin, serta agar pencairan bantuan keuangan dipercepat untuk mendukung anggaran negara tersebut.

Terkait tekanan terhadap Rusia, Macron mengatakan negara-negara sekutu harus meningkatkan upaya untuk menindak “shadow fleet” atau armada bayangan yang digunakan Rusia untuk menghindari sanksi.

“Kita harus menggandakan upaya terkait sanksi dan langkah-langkah terkait serta memperkuat koordinasi kita,” ujarnya.

Macron mengusulkan pertemuan tingkat menteri dalam beberapa pekan mendatang yang akan berfokus pada langkah-langkah untuk menindak armada bayangan tersebut.Lebih lanjut, dia mendesak negara-negara sekutu untuk mempersiapkan sanksi baru yang menargetkan impor minyak dan gas Rusia.

Menurut Macron, Rusia semakin beralih pada impor dari negara-negara ketiga setelah diberlakukannya berbagai tindakan terhadap armada bayangannya.

Terkait jaminan keamanan, Macron mengatakan Coalition of the Willing akan menggelar latihan berskala penuh pada Oktober dan November untuk menunjukkan kesiapan operasional serta kemampuan mereka bertindak setelah permusuhan berakhir.

Peringatan Macron muncul ketika Inggris mengumumkan akan memberikan akses teknologi rahasia kepada Ukraina untuk merakit rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow.

“Inggris merupakan negara pertama yang memberikan senjata jarak jauh kepada Ukraina pada 2023,” kata Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham, merujuk pada pengiriman rudal Storm Shadow/SCALP. “Saya dengan senang hati mengonfirmasi hari ini bahwa saya telah menyetujui permintaan Kyiv untuk berbagi teknologi produksi rudal tersebut," imbuh Burnham.

Menanggapi pengumuman itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Inggris telah berpartisipasi dalam perang ini di pihak rezim Kyiv. "Dan secara metodis dan rutin menambah bahan bakar ke dalam api serta berupaya mencegah perkembangan apa pun dalam proses penyelesaian damai," katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (25/8/2026).

“Angkatan bersenjata kami sedang melakukan pekerjaan yang diperlukan dan memperoleh data yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi lokasi produksi rudal-rudal tersebut serta peralatan militer lainnya, dan mengambil langkah-langkah untuk menghancurkan lokasi-lokasi tersebut,” imbuh Peskov.

Topik Menarik