3 Pemicu AS Suka Sekali Berperang, 31 Politikus dan Pejabat Tinggi Jadi Pelobi Militer
Amerika Serikat dikenal sebagai negara yang sangat suka berperang. Setelah mencaplok Venezuela, AS masih terus menggelorakan perang dengan Iran.
Sebagai negara besar, kesukaan AS berperang bukan tanpa sebab. Tapi, ada sistem politik yang mendukung Gedung Putih sering mengeluarkan kebijakan perang.
3 Pemicu AS Suka Sekali Berperang, 31 Politikus dan Pejabat Tinggi Jadi Pelobi Militer
1. AS Dipenuhi Politikus dan Pejabat Tinggi yang Jadi Pelobi
Sebuah laporan menyebutkan bahwa tiga puluh satu mantan anggota parlemen dan pejabat AS telah bergabung dengan kompleks industri militer sebagai pelobi atau kontraktor dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.Laporan dari Bulletin of the Atomic Scientists ini menyajikan gambaran yang membuka mata mengenai hubungan antara dua komite kongres dengan lebih dari 100 kontraktor pertahanan, konsultan, dan pelobi, serta mengungkap konflik etika mendasar terkait perpindahan dari sektor publik ke sektor swasta.
Laporan tersebut menyatakan bahwa dalam satu dekade terakhir saja, 31 mantan anggota Kongres dan staf tingkat tinggi telah meninggalkan Capitol Hill dan bergabung dengan kompleks industri militer sebagai pelobi atau kontraktor.
Dua puluh satu orang yang disebutkan dalam laporan tersebut pernah bertugas di Komite Angkatan Bersenjata DPR atau Senat—badan legislatif yang menetapkan kebijakan tahunan Pentagon melalui Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act).Sepuluh orang lainnya adalah mantan staf senior komite yang beralih profesi menjadi penghubung pemerintah atau pelobi bagi industri persenjataan.
2. Kolusi Industri Pertahanan dan Pejabat AS
Laporan ini menyoroti potensi korupsi ketika para pejabat yang memiliki pengaruh politik di pemerintahan pindah ke sektor swasta dan ditawari posisi dengan bayaran tinggi di perusahaan-perusahaan yang menjadi kontraktor militer.Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Pelantikan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih didasarkan pada platform untuk tidak lagi terlibat dalam perang, dengan slogan "America First" (Amerika yang Utama) sebagai penggerak utamanya.
3. Adanya Pintu Putar di Industri Militer
Laporan tersebut juga memberikan gambaran mengenai fenomena "pintu putar"dalam kompleks industri militer, di mana mantan anggota parlemen yang sebelumnya menentukan agenda Pentagon di Kongres AS beralih menjadi pihak swasta yang meraup keuntungan dari kebijakan-kebijakan yang sama tersebut."Laporan yang kami terbitkan itu merupakan penjelasan paling lugas yang pernah kami lihat mengenai alasan mengapa anggaran pertahanan selalu meningkat," ujar John Mecklin, penulis laporan tersebut sekaligus mantan pemimpin redaksi Bulletin of the Atomic Scientists.
Laporan dari Bulletin of the Atomic Scientists tersebut menyoroti potensi konflik etika, dengan fokus khusus pada hubungan yang kian berkembang antara Kongres dan perusahaan rintisan (startup) teknologi militer asal Silicon Valley.









