Syahganda Nainggolan Senang Mahasiswa Tetap Bergerak: Mereka Masih Hidup sebagai Kekuatan Watchdog
Aktivis senior Syahganda Nainggolan senang mahasiswa masih tetap bergerak mengawasi dan mengkritisi pemerintah. Menurutnya, hal ini penting karena partai politik (parpol) sudah menjadi bagian dari pemerintahan sehingga kontrolnya berkurang.
"Saya senang melihat mahasiswa tetap bergerak, buat saya, saya senang melihat mereka karena mereka masih hidup sebagai kekuatan watchdog. Karena kalau kita serahkan semuanya kepada partai politik, di mana mereka mayoritas bagian dari kekuasaan, kadang-kadang kontrolnya lemah," ujar Syahganda dalam siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Selasa (25/8/2026).
Syahganda yang juga Ketua Dewan Direktur GREAT Institute tersebut memberikan saran kepada pemerintah dalam menyikapi Kabinet Bayangan dan gerakan mahasiswa.
Baca Juga: Fathimah Azzahra Pimpin BEM UI Gelar Unjuk Rasa, Sampaikan 8 Tuntutan
"Kalau saya bisa menyarankan pemerintah itu untuk mendorong agar Kabinet Bayangan dan gerakan mahasiswa itu tumbuh berkembang menjadi kekuatan kontrol sosial yang lebih terarah," ujar Syahganda.Syahganda mengatakan, dirinya sering berdiskusi dengan para peneliti yang kini menjadi bagian dari Kabinet Bayangan. "Saya sering diskusi dengan Feri Amsari, saya kadang-kadang ketemu dengan Bhima Yudhistira yang sekarang di Kabinet Bayangan. Dengan mahasiswa juga saya kadang-kadang ketemu," kata Syahganda.
Menurut Syahganda, yang paling penting adalah apa yang mau kita kejar. "Kalau arahnya Prabowo dia punya hak kembali ke konstitusi, maka menurut saya yang harus kita kejar adalah kebobrokan di dalam sistem pemerintahan, itu bisa terjadi carry over dari zaman Jokowi, itu kan nggak ada masalah dong, kita teriakin aja, misalkan soal konstitusi, soal DPR, soal peran pemerintah, soal bagaimana jangan buru-buru puas dengan pencapaian yang sebagian besar bisa dipertanyakan, seperti swasembada pangan dengan swasembada beras kan beda," jelasnya.
Syahganda menekankan, memang banyak hal yang harus membuat Kabinet Bayangan dan gerakan mahasiswa perlu terus berteriak. Apalagi, mayoritas partai politik sudah masuk dalam satu koalisi. "Sehingga suaranya (parpol) otomatis sudah tidak tajam lagi," ujarnya.
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Dengan demikian, kata Syahganda, apa yang dilakukan Kabinet Bayangan dan gerakan mahasiswa harus tetap dihormati. "Supaya dia bisa tumbuh, tapi juga kita minta mereka itu based on data juga," katanya.









