Menanti Pak Haji, Sosok Dermawan yang Bagi-bagi Uang di Jakarta
Waktu hampir berganti hari pada Senin (24/8/2026). Puluhan orang masih bertahan di pinggir Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Mereka menanti kemunculan sosok yang akrab dipanggil "Pak Haji".
Sebagian menggelar tikar, sebagian lainnya hanya duduk beralaskan kardus. Ada yang datang sendiri, ada pula yang membawa istri dan anak. Tatapan mereka tertuju ke arah kendaraan yang melintas dari sisi selatan jalan.
Mereka bukan sedang menunggu angkutan umum atau antre bantuan pemerintah. Mereka menanti sosok yang dikenal dengan sebutan "Pak Haji", pria misterius yang disebut rutin membagikan uang tunai kepada warga kurang mampu dan tunawisma di sejumlah titik di Jakarta.
Wisnu, seorang tunawisma yang mengaku datang dari kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengaku sudah beberapa kali ikut menunggu kedatangan Pak Haji. Ia datang sendirian sejak sekitar pukul 23.00 WIB, meski tak pernah tahu pasti kapan sang dermawan muncul.
Baca Juga: Kisah Kedermawanan Abu Umamah, 3 Dinar Menjadi 300 Dinar"(Biasanya Pak Haji) datang jam satu apa jam empat mau Subuh tuh. Tapi nggak tentu juga. Kadang seminggu dua kali bisa datang, kadang lama nggak muncul. Nggak ada yang tau dah, nunggu di sini aja kita," ujar Wisnu saat ditemui di lokasi.
Menurut Wisnu, keberadaan mereka yang berkumpul di pinggir jalan kerap dibubarkan petugas. "Kalau ada depsos (Dinsos) biasanya disuruh bubar.Kadang baru ngumpul bentar udah ditegur. Kalau lihat petugas datang, banyak yang langsung pindah atau nyebar dulu tuh. Pernah ada yang ketangkep dulu," katanya.
Menurut dia, fenomena pembagian uang tersebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Kabar kedatangan Pak Haji biasanya menyebar dari mulut ke mulut di kalangan tunawisma dan warga kurang mampu.
"Sudah dua kali dapat. Rp50 ribuan biasanya. Lumayan buat makan beberapa hari," katanya.
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Berdasarkan cerita yang beredar di kalangan penerima, Pak Haji tidak hanya muncul di kawasan Panglima Polim. Ia disebut pernah membagikan uang di sejumlah lokasi lain seperti Mampang, Manggarai, Kuningan, Pasar Rumput, hingga Senen.Nominal yang diberikan umumnya Rp50 ribu per orang. Namun, warga lanjut usia disebut kerap menerima lebih banyak, yakni sekitar Rp100 ribu. Bahkan, ada penerima yang mengaku pernah mendengar seseorang memperoleh hingga Rp200 ribu.
"Biasanya uang pecahan Rp50 ribu. Pernah dengar ada yang dapat Rp200 ribu. Uangnya dikepel-kepel, terus dilempar aja dari dalam mobil," ujar seorang penunggu lainnya.
Meski demikian, sosok yang melempar uang disebut bukan Pak Haji secara langsung. Menurutnya, uang biasanya dibagikan oleh orang yang diduga merupakan pengawal yang duduk di kursi depan kendaraan.
Tak banyak yang mengetahui identitas sang dermawan. Pak Haji disebut kerap datang menggunakan mobil berwarna hitam atau putih. Namun, tidak ada yang bisa memastikan jenis maupun pelat nomor kendaraan tersebut.
Hampir setiap orang memiliki versinya sendiri tentang siapa sebenarnya sosok dermawan tersebut. Ada yang meyakini Pak Haji merupakan pengusaha sukses yang memiliki bisnis tambang dan sawit.Salah seorang tunawisma mengaku pernah mendengar kabar bahwa Pak Haji merupakan keturunan keluarga konglomerat yang menjalankan nazar untuk berbagi rezeki secara rutin. Cerita tersebut beredar dari mulut ke mulut dan tak pernah bisa dipastikan kebenarannya.
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
"Ceritanya gitu kalau dengar-dengar. Nggak tau yang bener yang mana, nggak pernah liat, nggak tahu juga (sosoknya) kan kita," jelasnya.
Bagi mereka yang menunggu berjam-jam di tengah dinginnya udara malam, identitas Pak Haji bukanlah hal utama. Yang terpenting, bantuan yang datang secara tiba-tiba itu dinilai mampu meringankan beban hidup sehari-hari. "Kalau dapat ya bersyukur. Buat makan, beli rokok, kadang buat ongkos juga. Alhamdulillah kalau dapat. Bisa sering-sering harapannya," kata Wisnu.









