Perkuat Penanganan Karhutla, Prabowo Tambah Helikopter hingga Personel

Perkuat Penanganan Karhutla, Prabowo Tambah Helikopter hingga Personel

Nasional | sindonews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:43
share

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan dilakukan untuk memonitor secara langsung proses penanganan karhutla di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat El Nino. Sebelum tiba di Kalimantan Tengah, Kepala Negara terlebih dahulu meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Hal itu disampaikan Menteri Pras usai mendampingi Presiden Prabowo dalam rapat di Posko Aju Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah yang berada di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, pada Sabtu (22/8/2026)

“Hari ini Bapak Presiden memutuskan untuk berkunjung ke Kalimantan, khususnya ke Kalimantan Barat tadi pagi dan baru saja dilanjutkan beliau berkoordinasi ke Kalimantan Tengah di Palangka Raya dalam kaitannya beliau ingin memonitor secara langsung proses penanganan karhutla yang memang untuk tahun ini, karena bertepatan juga dengan El Nino yang cukup, apa namanya, ekstrim atau cukup kering,” ujarnya. Baca juga: Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya Kalbar, Pastikan Penanganan Karhutla Optimal

Menurut Pras, sejumlah wilayah di Kalimantan menjadi daerah yang paling terdampak karhutla. Selain Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, pemerintah juga terus memberikan perhatian terhadap kondisi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Dalam dua rapat koordinasi tersebut, Kepala Negara menerima laporan mengenai perkembangan penanganan karhutla sekaligus berdiskusi langsung dengan jajaran terkait mengenai berbagai kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan.Lihat video: Presiden Prabowo Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran Hutan di Kalimantan

Dari laporan tersebut, Prabowo langsung mengambil sejumlah keputusan untuk memperkuat operasi pemadaman. Berbagai peralatan yang dibutuhkan di lapangan dan tersedia dalam persediaan pemerintah diperintahkan untuk segera dikirim ke wilayah terdampak.

“Beberapa hal juga langsung diputuskan oleh Bapak Presiden, penambahan-penambahan peralatan, mulai dari helikopter untuk waterbombing, kemudian apa namanya, pompa air, kemudian di sini tadi juga membutuhkan pompa untuk sumur bor, kemudian juga penambahan personel,” ujar Pras.

Tidak hanya itu, dukungan operasi darat turut diperkuat dengan penambahan kendaraan untuk mendukung proses pemadaman. Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat yang terdampak karhutla. Kepala Negara meminta pemerintah provinsi bersama seluruh jajaran terkait memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan dengan sebaik-baiknya.

“Selain itu beliau juga menegaskan bahwa yang pertama-tama tentu diminta kepada pemerintah provinsi, dan seluruh jajaran untuk memastikan apabila ada masyarakat kita yang terdampak untuk itu ditangani dengan sebaik-baiknya,” tutur Pras.Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang selama ini bekerja siang dan malam menangani karhutla. Pras menyebut personel TNI, Polri, BNPB, BMKG, Manggala Agni, Kementerian Kehutanan, hingga para relawan telah berjibaku dalam upaya memadamkan kebakaran.

“Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras luar biasa siang dan malam berjibaku untuk memadamkan api, baik dari TNI, Polri, BNPB, ada juga BMKG. Relawan-relawan juga banyak, dari Manggala Agni, Kementerian Kehutanan juga terlibat dan beliau menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh yang bekerja keras memadamkan karhutla ini,” ucap Pras.

Selain penanganan langsung di lapangan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pencegahan agar kebakaran baru tidak kembali muncul. Pemerintah dan seluruh jajaran diminta terus memberikan edukasi hingga ke tingkat masyarakat paling bawah mengenai bahaya aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.

“Beliau memberikan penanganan kepada kami semua untuk memberikan terus-menerus, tidak bosan edukasi kepada masyarakat kita sampai ke level yang paling bawah, untuk sekali lagi menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan potensi munculnya api, yang ya dalam kondisi seperti sekarang akan sangat berbahaya karena bisa membesar dan merugikan kita semua,” tegas Pras.

Topik Menarik