SDM Pekebun Jadi Penentu Produktivitas Sawit Seluma, Tak Cukup Bibit dan Pupuk

SDM Pekebun Jadi Penentu Produktivitas Sawit Seluma, Tak Cukup Bibit dan Pupuk

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:30
share

Peningkatan produktivitas kelapa sawit rakyat di Kabupaten Seluma, Bengkulu, tidak cukup hanya mengandalkan bibit unggul, ketersediaan pupuk, luas lahan, dan tanaman berumur produktif. Kemampuan pekebun dalam menerapkan teknik budidaya secara tepat menjadi faktor penting untuk memastikan berbagai input produksi dapat menghasilkan panen yang optimal.

"Kebun sawit yang hebat itu tidak lahir dari kebun yang luas saja, tetapi dari petani yang harus mau terus belajar untuk meningkatkan potensi," ujar Wakil Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) Dr. Idum Satia Santi dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga:Naik Kelas, Petani Sawit Tak Cukup Andalkan Pengalaman

Hal itu disampaikan dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Kabupaten Seluma, Bengkulu, Kamis (20/8/2026). Menurut Idum, tantangan perkebunan sawit rakyat semakin kompleks, mulai dari produktivitas yang perlu ditingkatkan, tanaman yang memasuki usia tua dan membutuhkan peremajaan, hingga persoalan pemupukan dan pemeliharaan.

Pekebun juga dituntut beradaptasi dengan perubahan iklim, organisme pengganggu tanaman, perkembangan teknologi, serta penerapan praktik perkebunan berkelanjutan dan memiliki ketertelusuran.Persoalan tersebut menjadi fokus dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 100 pekebun asal Kabupaten Seluma pada 19-24 Agustus 2026 di Bengkulu. Kegiatan yang diselenggarakan AKPY dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) tersebut diarahkan untuk menjembatani pengetahuan teknis dengan praktik budidaya di tingkat kebun.

Materi pelatihan mencakup pemilihan bibit, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian gulma, konservasi tanah dan air, hingga penerapan good agricultural practices (GAP). Pendekatan tersebut menempatkan produktivitas bukan semata-mata sebagai persoalan luas lahan dan jumlah input, melainkan juga bagaimana input digunakan serta seberapa tepat teknik budidaya diterapkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial mengatakan pelatihan menjadi kesempatan bagi pekebun untuk memahami kembali faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Menurut dia, keberhasilan budidaya ditentukan oleh serangkaian keputusan, mulai dari pemilihan bibit, persiapan lahan, pengaturan jarak tanam, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita mengatakan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pekebun merupakan bagian penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani. Berdasarkan data statistik 2022-2023 yang disampaikannya, luas areal sawit di Bengkulu mencapai lebih dari 426 ribu hektare dengan lebih dari 75 di antaranya merupakan perkebunan rakyat.

Baca Juga:AKPY-STIPER Dorong Hilirisasi Sawit Melalui Inovasi Produk UMKM

Besarnya porsi perkebunan rakyat membuat kualitas sumber daya manusia menjadi faktor strategis dalam pengembangan sawit Bengkulu. Pemerintah daerah berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan setelah mereka kembali ke kebun sehingga pelatihan menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan tanaman.

Keberhasilan program tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah peserta dan materi yang diberikan, tetapi dari perubahan praktik budidaya di lapangan. Penerapan teknik pemeliharaan yang lebih tepat, penggunaan input yang efisien, serta peningkatan produktivitas dan kualitas tandan buah segar (TBS) menjadi indikator penting dari manfaat pelatihan.

Penguatan SDM menjadi jembatan antara teknologi dan produktivitas sawit rakyat. Dengan mempersempit kesenjangan antara pengetahuan teknis dan praktik di lapangan, pekebun Seluma memiliki peluang meningkatkan produktivitas tanpa harus bergantung pada perluasan lahan atau penambahan input produksi semata.

Topik Menarik