Nasib Tragis Mantan Bos Raksasa Properti Evergrande: Pernah Berharta Rp611 T, Kini Dihukum Seumur Hidup

Nasib Tragis Mantan Bos Raksasa Properti Evergrande: Pernah Berharta Rp611 T, Kini Dihukum Seumur Hidup

Ekonomi | sindonews | Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:08
share

Sebuah akhir tragis dialami oleh mantan orang terkaya di Asia, Hui Ka Yan (yang juga dikenal sebagai Xu Jiayin). Pengadilan Menengah Rakyat Shenzhen (Shenzhen Intermediate People's Court) mengumumkan vonis hukuman penjara seumur hidup serta penyitaan seluruh harta benda pribadinya atas berbagai kejahatan finansial dan penipuan raksasa yang mengguncang perekonomian China.

Mengutip berita laporan langsung dari Xinhua News, pengadilan menetapkan denda yang sangat masif bagi entitas korporasi, yakni denda 8,82 miliar yuan (sekitar USD1,23 miliar) untuk Evergrande Group serta denda tambahan 7 miliar yuan untuk unit Evergrande Real Estate. Laporan mendalam mengenai babak akhir skandal finansial ini dirilis oleh Global Times.

Kronologi Jatuhnya Sang Raja Properti China

Hui Ka Yan memulai impian propertinya dari latar belakang keluarga miskin di wilayah pedesaan China sebelum mendirikan Evergrande pada tahun 1996. Lewat strategi ekspansi agresif berbasis modal pinjaman utang masif, Evergrande sempat tumbuh menjadi pengembang properti nomor satu di China dengan valuasi pasar saham melampaui USD50 miliar.

Baca Juga: Mengintip Krisis Properti China: Terbelit Utang Rp180.000 Triliun hingga 3 Miliar Apartemen Hantu

Namun, roda nasib berputar drastis setelah pemerintah China meluncurkan kebijakan pembatasan utang ketat (three red lines) pada tahun 2020. Sistem pra-penjualan bermasalah, perusahaan diketahui menyerap dana pra-penjualan ratusan juta dolar dari calon pembeli rumah yang tidak digunakan untuk konstruksi, melainkan dialirkan ke proyek baru hingga memicu ratusan proyek apartemen terbengkalai.

Lalu mencuat laporan soal manipulasi laporan keuangan. Pada Maret 2024, regulator mendenda Hui sebesar USD6,5 juta setelah terbukti melambungkan angka pendapatan perusahaan secara fiktif hingga USD78 miliar.

Lalu berujung pada delisting pasar saham, setelah saham Evergrande kehilangan 99 valuasinya sebelum akhirnya resmi ditendang (delisted) dari bursa Hong Kong pada Agustus 2025.

Jejak Mantan Orang Terkaya Asia

Xu Jiayin, yang juga dikenal sebagai Hui Ka Yan, bos Evergrande, raksasa properti China ditahan oleh polisi pada 2023. Mengutip Reuters, Hui Ka Yan dibawa pergi oleh polisi sejak awal bulan September 2023 dan diawasi secara ketat di sebuah lokasi yang telah ditentukan.

Penahanan Hui Ka Yan menjadi anomali dalam hidupnya. Pernah hidup bergelimang harta dan dekat dengan penguasa, Hui kini malah jadi pesakitan. Pada Juli 2021 wajah Hui masih berseri-seri di acara perayaan 100 tahun Partai Komunis China.

Baca Juga: Terlilit Utang Lebih Rp47.000 Triliun, Alasan Evergrande Harus Dibubarkan

Hui, yang mengenakan setelan jas biru tua dan kemeja berleher terbuka, tampak santai saat berdiri di podium menghadap perayaan di Lapangan Tiananmen, sebuah undangan yang dianggap banyak orang sebagai bentuk dukungan resmi terhadap pengusaha miliarder tersebut. Pada tahun 2017, menurut Forbes Hui adalah orang terkaya di Asia dengan kekayaan bersih USD45,3 miliar (Rp611 triliun/kurs saat itu Rp13.500). Kemudian kekayaan bersihnya mengempis dan diperkirakan hanya USD3,2 miliar.

Hui adalah mantan teknisi baja yang dibesarkan oleh neneknya di sebuah desa di Provinsi Henan tengah. Pria 64 tahun itu membangun kekayaannya usai membeli rumah dengan harga murah.

Hui dikenal gila kerja dan tidak menonjolkan diri di depan umum, yang terkadang menuntut agar orang lain mengikuti gaya kerjanya. Hui tidak menghindar dari usaha-usaha baru, terutama untuk mendukung tujuan China.

Dia pernah mencoba berbisnis mobil listrik dan sepak bola yang keduanya merupakan minat Presiden Xi Jinping. Di luar daratan, Hui bergaul dengan taipan Hong Kong. Bersama mereka, ia menjadi anggota inti dari "klub poker", sebuah lingkaran erat para taipan yang sering melakukan transaksi investasi bersama.

Di klub poker, Hui bersua dengan Cheng Yu Tung, mending pendiri New World Development. Cheng menyuntikkan USD150 juta ke Evergrande setahun sebelum IPO pada tahun 2009 di Hong Kong.Berbicara di China Charity Awards 2018 sebagai pemenang selama 8 tahun berturut-turut, Hui mengatakan Evergrande telah membayar pajak sebesar 185 miliar yuan dalam 22 tahun terakhir dan menyumbangkan lebih dari 10 miliar yuan.

“Tanpa kebijakan negara untuk mereformasi pendidikan tinggi, saya tidak mungkin meninggalkan desa. Tanpa negara yang memberi saya beasiswa sebesar 14 yuan setiap bulan, saya tidak dapat menyelesaikan universitas,” kata Hui.

“Tanpa kebijakan negara yang baik untuk melakukan reformasi dan keterbukaan, Evergrande tidak akan mendapatkan apa yang dimilikinya saat ini. Oleh karena itu, semua yang saya dan Evergrande miliki, semuanya diberikan oleh Partai, oleh negara, dan oleh masyarakat”.

Topik Menarik