Harga Emas Antam Melesat Naik Rp80.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini

Harga Emas Antam Melesat Naik Rp80.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini

Ekonomi | sindonews | Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:03
share

Presiden China Xi Jinping memuji tindakan keras Beijing terhadap protes demokrasi Tiananmen 1989 dalam pidatonya pada Senin lalu. Dalam kesempatan tersebut, Xi juga mengimbau masyarakat untuk kembali ke "semangat juang yang tak tergoyahkan" demi mempertahankan kedaulatan nasional.

Pidato berdurasi 40 menit tersebut disampaikan di hadapan para pejabat tinggi China yang berkumpul di Balai Agung Rakyat di Beijing. Acara ini digelar untuk memperingati satu abad kelahiran mantan Presiden Jiang Zemin, yang memimpin China dari tahun 1993 hingga 2002.

Baca Juga: Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen

Jiang Zemin, yang wafat pada tahun 2022 di usia 96 tahun, diakui atas kepemimpinannya membawa China melewati dekade pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, dia juga bertanggung jawab atas tindakan keras terhadap aksi unjuk rasa pro-demokrasi di Alun-Alun Tiananmen, Beijing, pada tahun 1989.

Dalam pidatonya, Xi menyebutkan protes demokrasi Tiananmen ke dalam daftar panjang pencapaian Jiang, serta memuji keputusan Partai Komunis yang menolak aksi protes tersebut.

"Di antara musim semi dan musim panas tahun 1989, China mengalami pergolakan politik yang serius. Komrad Jiang Zemin secara tegas mendukung dan mengimplementasikan keputusan tepat dari Komite Sentral, sehingga secara efektif menjaga stabilitas di Shanghai," ujar Xi, seperti dikutip dari The Independent, Kamis (20/8/2026).Xi menyerukan kepada Partai Komunis untuk meneruskan warisan Jiang dan menampilkan kepemimpinan saat ini sebagai kelanjutan dari proyek politik dan ideologisnya.

"Dengan semangat juang yang tak tergoyahkan dan kemampuan yang luar biasa, kita akan secara aktif menghadapi tantangan-tantangan besar, baik berupa gelombang tinggi maupun badai yang dahsyat," tegasnya.

Xi menambahkan bahwa bangsa China harus secara tegas mempertahankan kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan, guna menuliskan babak baru dalam dua keajaiban besar: pembangunan ekonomi yang cepat dan stabilitas sosial jangka panjang.

Latar Belakang dan Pembatasan Informasi

Pemerintah Beijing diketahui melarang peringatan publik atas pembantaian di Alun-Alun Tiananmen, tempat tentara China menewaskan setidaknya 10.000 demonstran pro-demokrasi. Larangan Peringatan Juni oleh Partai Komunis ini kini telah diperluas ke Hong Kong dan Macau menyusul aksi protes pro-demokrasi di wilayah bekas koloni Inggris tersebut.

Menjelang acara peringatan pada hari Senin, penyiar negara China menayangkan serial dokumenter 12 bagian pada jam tayang utama yang menceritakan kehidupan dan pencapaian Jiang. Program tersebut menceritakan bagaimana pada tahun 1989, Jiang yang pernah menjadi demonstran mahasiswa pada dekade 1940-an menutup secara paksa sebuah surat kabar reformis di Shanghai.Tindakan itu dilakukan setelah media tersebut menyerukan kebebasan berbicara yang lebih besar dan menyuarakan dukungan bagi demonstrasi pro-demokrasi yang berujung pada tindakan keras berdarah di Tiananmen.

Di bawah kepemimpinan Jiang dan mantan Perdana Menteri Zhu Rongji yang wafat minggu lalu, China telah mendorong berbagai perubahan besar: menutup perusahaan-perusahaan negara yang tidak menguntungkan, merombak sistem perumahan lama demi pasar properti komersial, menghadapi krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an, serta bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2001.

Seruan Xi untuk meneruskan semangat juang ini hadir di tengah berbagai tantangan besar yang dihadapinya saat ini. Presiden Xi tengah berupaya mengatasi gesekan perdagangan dengan Amerika Serikat dan Eropa, ketegangan terkait Taiwan, melambatnya pertumbuhan ekonomi, hingga penurunan demografi.

Sebagai bentuk penghormatan, bank sentral China pekan lalu mengumumkan rencana untuk menerbitkan satu set koin peringatan berukir wajah Jiang pada akhir bulan ini untuk menandai usia satu abad sang mantan presiden, yang disambut hangat oleh basis penggemar mudanya di internet.

Topik Menarik