Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Biogas dari Limbah Sawit

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Biogas dari Limbah Sawit

Ekonomi | sindonews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:03
share

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan biogas berbasis limbah kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) sebagai sumber energi terbarukan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi. Dengan produksi POME yang diperkirakan mencapai 125 juta ton per tahun, limbah tersebut berpeluang diolah menjadi listrik, panas hingga bahan bakar.

"POME ini mengandung bahan organik tinggi dan tersedia secara terus-menerus selama pabrik kelapa sawit beroperasi," kata Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Erma Yulihastin seperti dikutip pada Selasa (18/8/2026).

Baca Juga:Sumbang Devisa Lebih Rp356 Triliun, Indonesia Perlu Perkuat Aliansi dengan Negara Produsen Sawit

Erma menjelaskan potensi tersebut ditopang luas perkebunan kelapa sawit nasional yang mencapai sekitar 16,8 juta hektare dengan produksi tandan buah segar (TBS) sekitar 250 juta ton per tahun. Dari setiap satu ton TBS dapat dihasilkan sekitar 0,5 ton POME sehingga total limbah cair yang tersedia diperkirakan mencapai 125 juta ton per tahun.

Menurut dia, pemanfaatan POME menjadi biogas tidak hanya menghasilkan sumber energi alternatif, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan dengan mengurangi pelepasan metana dari kolam limbah terbuka. Pengolahan tersebut juga dapat menurunkan kandungan bahan organik, mengurangi bau, serta menekan risiko pencemaran sumber air dan tanah."Pemanfaatan POME menjadi biogas dapat mengendalikan emisi gas rumah kaca. Berdasarkan penelitian, fasilitas biogas mampu mengurangi emisi sekitar 1.131 ton CO₂ ekuivalen per bulan," ujarnya.

Dari sisi ekonomi, pengembangan fasilitas biogas juga berpotensi membuka lapangan kerja, menekan biaya energi pabrik, serta menghasilkan bahan bakar seperti bio-compressed natural gas (bio-CNG) untuk kendaraan dan industri lokal.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengatakan setiap satu ton POME berpotensi menghasilkan sekitar 28,8 meter kubik biogas melalui teknologi methane capture. Dengan potensi POME mencapai 125 juta ton per tahun, Indonesia diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 3,6 miliar meter kubik biogas setiap tahun.

"Biogas ini dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, baik untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik, perumahan karyawan, kantor, maupun masyarakat di sekitar pabrik kelapa sawit. Selain itu, biogas dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gas rumah tangga," kata Tungkot.

Baca Juga:Ekspor Satu Pintu DSI Belum Jelas, Pemerintah Diminta Transparan Agar Tak Rugikan Petani Sawit

Tungkot menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan untuk mengoptimalkan potensi tersebut karena pemanfaatan POME menjadi biogas saat ini baru sekitar 15 dari keseluruhan potensi. Ia mengusulkan perdagangan karbon berbasis POME, kewajiban methane capture di setiap pabrik kelapa sawit dengan dukungan insentif investasi, serta kewajiban pencampuran biogas dengan gas fosil sebagai tiga kebijakan utama untuk mempercepat pengembangan.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) juga telah mendorong inovasi bioenergi sawit melalui program Grant Riset Sawit (GRS), termasuk dukungan riset dan pengembangan teknologi biogas POME.

Topik Menarik