Dosen Bayar Zakat, 72 Mahasiswa UIN SMH Banten Dapat Bantuan Pendidikan

Dosen Bayar Zakat, 72 Mahasiswa UIN SMH Banten Dapat Bantuan Pendidikan

Nasional | sindonews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:50
share

Sebanyak 72 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menerima bantuan biaya pendidikan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UIN SMH Banten.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana zakat yang dikelola UPZ di bawah naungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten. Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UIN SMH Banten, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Ketua UPZ UIN SMH Banten, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan FEBI, Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jajaran pengurus UPZ, serta mahasiswa penerima manfaat.

Baca juga: Mahasiswa Baru UIN SMH Banten Harus Kenali Ciri-ciri Penyebaran Radikalisme

Ke-72 penerima bantuan berasal dari berbagai fakultas dengan pembagian yang proporsional. Rinciannya, 6 mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUAPI), 6 mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM), 15 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), 12 mahasiswa Fakultas Dakwah (FADA), 12 mahasiswa FEBI, 13 mahasiswa Fakultas Syariah (FASYA), serta 8 mahasiswa FST.Wakil Rektor III UIN SMH Banten Dedi Sunardi menegaskan bantuan yang diberikan bukan dimaksudkan untuk menanggung seluruh biaya pendidikan mahasiswa. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Lihat video: Transparansi Dana Zakat Serta Lawan Rentenir & Pinjol, Begini Strategi Baznas

Dedi menjelaskan, dana yang disalurkan bersumber dari zakat profesi dosen dan pegawai UIN SMH Banten yang disetorkan kepada Baznas pada setiap awal bulan. Berdasarkan kesepakatan pengelolaan, 50 dari dana tersebut dikembalikan untuk dikelola UPZ di lingkungan kampus. Dedi pun menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan pegawai yang telah mempercayakan zakat profesinya untuk dikelola melalui mekanisme tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pegawai dan dosen yang telah mempercayakan pengelolaan zakat profesinya. Ke depan, ini menjadi tantangan literasi bagi UPZ untuk meyakinkan lebih banyak muzakki di lingkungan kampus,” kata Dedi.

Menurut Dedi, semakin besar dana zakat profesi yang dihimpun melalui UPZ, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada mahasiswa. Dedi juga menyampaikan tiga pesan kepada para penerima bantuan. Pertama, menjaga integritas dan prestasi akademik.

“Bantuan yang diterima harus dipertanggung-jawabkan melalui kesungguhan dalam menjalani pendidikan. Prestasi dan integritas mahasiswa menjadi bagian penting dari tanggung jawab moral sebagai penerima manfaat dana zakat,” katanya.Kedua, menjadikan bantuan sebagai pemicu semangat belajar. Bantuan tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa kampus memiliki kepedulian terhadap kondisi ekonomi mahasiswa sekaligus menjadi dorongan agar penerima semakin serius menyelesaikan studinya. Dedi mengingatkan agar bantuan tidak disalahgunakan ataupun dipandang sebagai kesempatan untuk sekadar mendapatkan keuntungan.

Ketiga, meneruskan mata rantai kepedulian. Kepedulian dosen dan pegawai melalui zakat profesi diharapkan tidak berhenti pada penerimaan bantuan. Para mahasiswa juga diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian sosial dan kelak mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua UPZ UIN SMH Banten Badrudin, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan kebermanfaatan dana zakat bagi mahasiswa.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus yang telah menyukseskan penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, besaran bantuan bukan satu-satunya hal yang harus dilihat, karena nilai utama dari zakat adalah keberkahan dan manfaat yang ditimbulkannya.

“Bantuan pendidikan ini merupakan tanda kasih. Walaupun nominalnya mungkin tidak seberapa, yang terpenting adalah nilai keberkahannya. Sesuatu yang berkah berarti membawa banyak kebaikan dan dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat di dunia maupun akhirat,” ujar Prof. Badrudin.

Penyaluran kali ini juga menjadi periode perdana di bawah kepengurusan Prof. Badrudin. Ia menegaskan, prinsip kebersamaan dan saling membantu antar-fakultas menjadi salah satu pertimbangan dalam distribusi bantuan.

Prof. Badrudin sekaligus membuka ruang bagi kritik dan masukan dari berbagai pihak. Hal tersebut, kata dia, penting untuk memperbaiki tata kelola UPZ agar penyaluran zakat ke depan semakin tepat sasaran dan memberikan maslahat yang lebih luas

Topik Menarik