Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI, Polisi Mulai Siapkan Blokade Jalan
Aparat kepolisian melakukan pengamanan ketat menjelang aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Sejumlah personel kepolisian telah disiagakan di beberapa titik strategis di sekitar Bundaran HI.
Salah satu titik pengamanan berada di Pos Polisi Thamrin yang menjadi lokasi siaga petugas menjelang kedatangan massa aksi. Selain menempatkan personel, kepolisian juga mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi.
Persiapan blokade jalan terlihat dilakukan di sisi selatan Bundaran HI, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman atau sebelum Halte Tosari. Blokade disiapkan dari dua arah baik menuju dan meninggalkan kawasan Bundaran HI.
Baca Juga: BEM UI Bakal Gelar Demonstrasi di Bundaran HI
Polda Metro Patroli ke Lokasi-lokasi Nobar Final Argentina vs Spanyol, Warga Diminta Tetap Sportif
Peralatan pembatas jalan dan perlengkapan pengamanan telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan massa maupun potensi gangguan arus lalu lintas selama aksi berlangsung.Arus lalu lintas pada pukul 13.41 WIB terpantau ramai lancar. Kendaraan masih bisa melintas tanpa kendala berarti.
9.242 Personel Gabungan Disiagakan
Sebanyak 9.242 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi demonstrasi di Jakarta hari ini. Total, ada 31 aksi dan 16 kegiatan masyarakat yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, ribuan personel itu dikerahkan untuk mengamankan seluruh aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Metro Jaya maupun kegiatan masyarakat lainnya. Termasuk aksi penyampaian pendapat oleh BEM UI di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
"Adapun personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel," kata Budi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries El Fathar menekankan kepada personel yang bertugas agar mengamankan aksi supaya tidak berujung ricuh.
"Pengamanan unjuk rasa harus berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Kita semua yang bertugas jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta menjadikan penegakan hukum adalah langkah terakhir, ultimum remedium," ujar dia.Laode menambahkan, "Anggota yang bertugas menghadapi massa jangan bersikap agresif dan tetap menjaga posisi bertahan dengan mengedepankan cara yang humanis, serta memberikan ruang bicara kepada perwakilan massa agar situasi di lapangan dapat diatur dengan baik."
Laode menegaskan, kepada seluruh personel yang terlibat dalam aksi pengamanan, tidak ada yang membawa senjata api saat melakukan tugas. "Silakan rekan-rekan Provos cek anggota, tidak ada yang membawa senjata api. Tetap SOP dalam menghadapi aksi unjuk rasa adalah sifatnya pelayanan, bukan menghadapi."
Diberitakan sebelumnya, BEM UI mengumumkan akan menggelar aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa delapan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, mulai dari pemberantasan korupsi hingga evaluasi sejumlah program nasional. Aksi yang digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu dipusatkan di Bundaran HI yang merupakan salah satu lokasi strategis di Ibu Kota.










