Qatar Bantah Tangkap 3 Pilot Iran, Teheran: Doha Harus Izinkan Tim Pencari Fakta

Qatar Bantah Tangkap 3 Pilot Iran, Teheran: Doha Harus Izinkan Tim Pencari Fakta

Global | sindonews | Senin, 17 Agustus 2026 - 02:20
share

Seorang komandan militer senior Iran Brigadir Jenderal Seyyed Mohammad Bagherzadeh mendesak pihak berwenang Qatar untuk mengizinkan tim pencari fakta memasuki negara Teluk tersebut dan memulai penyelidikan mengenai keberadaan tiga pilot Iran, yang pesawat tempurnya ditembak jatuh saat kembali dari misi penyerangan terhadap pangkalan AS pada bulan Maret.

"Pemerintah Qatar seharusnya mengizinkan dan memfasilitasi masuknya tim pencari fakta Angkatan Udara Iran, alih-alih menyangkal penahanan pilot-pilot Iran tersebut," ujar Komandan Komite Pencarian Personel yang Hilang dalam Tugas (MIA) di bawah Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Seyyed Mohammad Bagherzadeh, pada hari Minggu, dilansir Press TV.

Ia menambahkan bahwa tim ahli elit dari Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) telah menunggu selama berbulan-bulan untuk mendapatkan izin memasuki Qatar dan melakukan penyelidikan lapangan.

"Hal ini terjadi sementara persiapan untuk kepulangan pilot-pilot pemberani kami ke tanah air belum dilakukan akibat keengganan dan ketidakmauan para pejabat Qatar," ungkap Bagherzadeh.

Komandan militer senior Iran tersebut lebih lanjut menyarankan pemerintah Qatar untuk mengizinkan tim pencari fakta IRIAF berangkat ke Doha, daripada menyangkal masalah ini dan menghalangi terungkapnya kebenaran.

Ia sekali lagi mendesak Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk menindaklanjuti kasus pilot tempur Iran tersebut.

Bagherzadeh akhirnya menyatakan bahwa pemerintah Kuwait juga mengambil sikap serupa dengan Qatar, dan menolak memberikan informasi apa pun mengenai nasib empat warga Iran yang ditangkap di negara tersebut.

Seorang komandan Iran mendesak Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk segera menindaklanjuti status tiga pilot Iran yang ditangkap oleh pasukan Qatar. Pada hari Sabtu, Bagherzadeh mengatakan bahwa pasukan Qatar menangkap tiga pilot Iran—yang diidentifikasi sebagai Javad Salehi, Abdolmajid Dashtian, dan Omran Behraveshian—dalam keadaan hidup saat sebuah operasi yang dilakukan sebagai tanggapan atas perang agresi AS-Israel baru-baru ini terhadap Republik Islam tersebut.

Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden ICRC, Mirjana Spoljaric.Menurut Bagherzadeh, menyusul dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari—yang beberapa di antaranya diluncurkan dari pangkalan AS di kawasan tersebut—dua jet tempur Sukhoi Su-24 milik Angkatan Darat Iran terbang ke Qatar pada tanggal 2 Maret untuk menjalankan misi militer.

Jet-jet tempur tersebut terkena tembakan "pertahanan udara musuh" saat perjalanan kembali, dan para pilot melakukan pelontaran diri (eject), ujarnya.

Meskipun satu dari empat pilot Iran di dalam jet tersebut tewas, sisanya ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Qatar.

Jenazah pilot Iran yang gugur, Majid Kazemi, dipulangkan ke Iran dan dimakamkan di kota Shiraz di wilayah selatan pada akhir Juli.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, kemudian membantah klaim tersebut; ia menyatakan bahwa Doha terkejut dengan pernyataan itu di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan regional.

Pada tanggal 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya, menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, para komandan militer, serta warga sipil, sekaligus menghancurkan instalasi militer dan infrastruktur sipil yang vital.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar Israel serta pangkalan dan aset AS di seluruh kawasan tersebut.

Topik Menarik