AS: Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Indonesia
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan ucapan selamat memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Washington juga menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi dahsyat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: HUT ke-81 RI, Warga Diminta Hentikan Aktivitas dan Berdiri Tegap Pukul 10.17 WIB
Ucapan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio. Berikut pernyataan lengkap Menlu Rubio yang diterima SINDOnews.
Marco Rubio, Menteri Luar Negeri17 Agustus 2026
Atas nama rakyat Amerika Serikat, saya menyampaikan ucapan selamat yang hangat pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81.
Amerika Serikat dan Indonesia menjalin kemitraan yang langgeng, yang berakar pada komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang demokratis serta visi bersama untuk kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Kemitraan Strategis Komprehensif kami mencerminkan dalamnya kerja sama kita—mulai dari pertahanan dan keamanan kawasan hingga perdagangan yang adil dan seimbang, energi, serta teknologi.Amerika Serikat berharap dapat menciptakan peluang-peluang baru bagi kedua negara di bidang-bidang prioritas seperti mineral kritis, keamanan maritim, dan ekonomi digital. Kami menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Anda dan rakyat Indonesia seraya kita melanjutkan perjalanan bersama menuju kemakmuran bersama.
Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada mereka yang kehilangan orang-orang terkasih akibat gempa bumi dahsyat dan dampaknya di Nusa Tenggara Timur. Doa dan simpati kami tertuju kepada mereka yang terluka serta seluruh masyarakat yang terdampak oleh tragedi ini.
Upacara Detik-detik Proklamasi
Hari ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta.Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghentikan semua aktivitasnya selama tiga menit saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan bendera merah putih dikibarkan di Istana Merdeka. "Pada tanggal 17 Agustus 2026, pukul 10.17 s.d. 10.20 WIB, segenap masyarakat di seluruh Indonesia diimbau menghentikan aktivitasnya sejenak untuk: Berdiri tegap saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang serta Bendera Sang Merah Putih di Halaman Istana Merdeka dikibarkan," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam Surat Edaran.
Prasetyo mengatakan aturan tersebut dikecualikan bagi masyarakat dengan kegiatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain apabila aktivitasnya dihentikan. "Termasuk pelayanan publik yang tidak dapat ditinggalkan," paparnya.
Prasetyo juga meminta jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia (TNI-Polri) untuk mempedengarkan sirine atau suara penanda lainnya sesaat sebelum lagu Indonesia Raya berkumandang.
"Jajaran TNI dan Polri di setiap daerah agar membantu keberhasilan pelaksanaan hal-hal tersebut di daerahnya masing-masing, antara lain dengan memperdengarkan sirine atau suara penanda lainnya sesaat sebelum Lagu Kebangsan Indonesia Raya berkumandang," imbuh Prasetyo.
Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi akan dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Sebelum upacara, akan dilakukan Kirab Pengantaran Bendera Pusaka dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka.
Sementara itu, upacara penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka dimulai pukul 16.00 WIB. Setelah itu, bendera pusaka akan dikembalikan ke Monas.






