Perempuan Cantik Rusia Tanam Bom di Tempat Sampah, Pembelot Ukraina Tewas

Perempuan Cantik Rusia Tanam Bom di Tempat Sampah, Pembelot Ukraina Tewas

Global | sindonews | Senin, 17 Agustus 2026 - 06:45
share

Ledakan mematikan di Crimea, wilayah yang dikuasai Rusia, pada 13 Agustus menyebabkan seorang perempuan ditangkap atas dugaan menanam bom di tempat sampah. Bom itu meledak dan menewaskan Robert Shageev, seorang pembelot Ukraina berpangkat tinggi yang kemudian bertugas sebagai perwira di Armada Laut Hitam Rusia.

Pihak berwenang Rusia menuduh Margarita Reut (32) sebagai eksekutor serangan bom tersebut. Sejumlah laporan media Rusia menyebut Reut ditangkap tak lama setelah ledakan terjadi.

Baca Juga: AS dan Turki Hendak Pasok Senjata ke Ukraina, Rusia Tuntut Penjelasan

Reut ditangkap di Sevastopol, Crimea, setelah ledakan bom menewaskan komandan berusia 49 tahun itu di tempat.

Menurut kanal-kanal Telegram yang terkait dengan badan keamanan Rusia dan dikutip The Telegraph, Senin (17/8/2026), Reut diduga menanam bom rakitan di dalam tempat sampah di dekat Shageev. Bom itu meledak ketika Shageev sedang menuruni tangga, menewaskannya di lokasi kejadian.

Ledakan tersebut dilaporkan terdengar sangat keras sehingga warga sekitar awalnya mengira sebuah drone telah menyerang gedung permukiman.Otoritas Rusia mendakwa Reut dengan tuduhan terorisme yang mengakibatkan kematian, menurut laporan E2W News yang berbasis di Rusia. Perempuan cantik itu dilaporkan telah mengakui keterlibatannya dalam serangan tersebut dan kemudian ditahan.

Operasi Diduga Terkait Ukraina

Sejumlah laporan media Rusia mengaitkan pengeboman tersebut dengan operasi yang diduga dilakukan atas perintah Kyiv. Namun, belum jelas kapan atau bagaimana Reut diduga mulai terhubung dengan intelijen Ukraina.

Laporan-laporan itu juga menyebut Reut telah berencana meninggalkan Rusia setelah pembunuhan tersebut. Ketika ditanya apakah dirinya menyesal telah melakukan pembunuhan, dia dilaporkan menjawab “tidak”, menurut Mash, media Rusia yang dikutip The Telegraph.

Reut lahir di Yaroslavl, Rusia, dan sebelumnya pernah tinggal di Sochi serta sering bepergian ke Crimea.

Dia pernah muncul di situs-situs escort (pekerja pendamping berbayar) dan juga bekerja sebagai ahli biologi yang terlibat dalam produksi supositoria vagina yang mengandung ekstrak bunga.Reut sebelumnya pernah ditahan pada Juli 2025 setelah dilaporkan melontarkan pernyataan pro-Ukraina di dalam kereta api menyusul serangan drone Ukraina. Dia ditahan selama dua hari dan didenda karena diduga “mendiskreditkan” militer Rusia.

Jika dinyatakan bersalah dalam kasus pengeboman tersebut, Reut dilaporkan dapat menghadapi hukuman hingga 30 tahun penjara.

Sedangkan Shageev merupakan perwira Angkatan Laut Ukraina yang membelot ke Rusia setelah aneksasi Crimea pada 2014. Saat itu, dia menjabat sebagai pelaksana tugas komandan kapal Ukraina; Zaporizhzhia, yang merupakan satu-satunya kapal selam milik Ukraina.

Setelah membelot ke militer Rusia bersama kapal tersebut, Shageev kemudian menjadi buronan otoritas Ukraina atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.

Menurut laporan The New York Post, dia juga dituduh ikut ambil bagian dalam invasi skala penuh Rusia ke Ukraina. Armada tempatnya bertugas dilaporkan terlibat dalam serangan rudal yang diluncurkan dari kapal selam.

Topik Menarik