Mensesneg Bangga Siswi Sekolah Rakyat Jadi Anggota Paskibraka HUT RI di Istana
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan rasa bangga setelah mengetahui salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang akan bertugas pada Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia berasal dari Sekolah Rakyat.
Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ismi Ulfaida, berhasil lolos seleksi Paskibraka tingkat nasional. Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto kemungkinan belum mengetahui informasi tersebut secara detail.
Baca juga: Sambut 9.857 Mahasiswa Baru, Rektor UNEJ Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemampuan Berpikir Kritis
“Pertama, sepertinya beliau belum tahu. Belum tahu, karena memang kita juga belum secara detail melaporkan gitu ya. Yang kedua memang juga kami sendiri sebagai penanggung jawab juga surprise,” kata Prasetyo di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Prasetyo menjelaskan proses seleksi Paskibraka dilakukan dari 38 provinsi. Pemerintah, kata dia, tidak mengikuti secara detail seluruh tahapan seleksi tersebut.“Artinya sejak awal kita juga tidak kemudian mengikuti semua proses seleksinya karena itu kan dari 38 provinsi, semua berjalan sebagaimana yang seharusnya, dan ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu bahwa ya itulah membuktikan bahwa siapa pun kita ini sebagai sesama anak bangsa manakala diberi kesempatan atau ada kesempatan, ada peluang atau ada sesuatu yang memungkinkan untuk ikut berpartisipasi, sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu,” ujarnya.
Baca juga: Tersedia 65 Kuota, Kemendagri Buka Magang Batch 3 2026 untuk Mahasiswa
Menurut Prasetyo, keberhasilan Ismi menunjukkan bahwa kesempatan yang sama dapat membuka peluang bagi siapa pun untuk berprestasi. Ia menegaskan proses seleksi Paskibraka dilakukan berdasarkan kompetensi dan kerja keras.
“Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras. Tidak mudah lho, ya, teman-teman kan… coba lihat aja itu latihan terus menerus, kalau perlu kapan-kapan nanti kita dengan teman-teman media kita latihan baris-berbaris gitu ya. Betapa tidak mudahnya menjadi seorang Paskibra, apalagi tingkat nasional. Itu baru secara fisik, belum secara mental,” katanya.
Prasetyo menilai menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional bukanlah tugas yang mudah. Para anggota Paskibraka dituntut mampu menjalankan tugas dengan sempurna di hadapan masyarakat Indonesia.“Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan bukan sesuatu hal yang mudah,” tuturnya.
Karena itu, Prasetyo mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi terhadap para anggota Paskibraka yang telah menjalani proses panjang hingga dipercaya bertugas dalam upacara kenegaraan.
“Makanya kalau boleh secara pribadi, saya ingin menyampaikan bahwa marilah kita semua lebih banyak untuk kita memandang sesuatu itu dari sisi yang yang positif gitu. Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kita apa pun, bidang kita apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kita hargai gitu ya. Itu nggak mudah,” pungkasnya.










