Profil Fahira Almira, Influencer Viral gegara Diagnosis Usus Buntu dan Berobat ke Malaysia
JAKARTA, iNews.id - Nama Fahira Almira tengah menjadi perhatian publik setelah pengalaman kesehatannya viral di media sosial. Influencer itu mengaku sempat mendapat diagnosis usus buntu dari sejumlah rumah sakit di Indonesia sebelum memilih mencari second opinion ke Malaysia.
Namun, jauh sebelum kasus tersebut menjadi perbincangan, Fahira Almira bukanlah sosok baru di dunia media sosial dan hiburan. Ia dikenal sebagai influencer, kreator konten, selebgram, sekaligus aktris yang telah cukup lama aktif membagikan berbagai konten kepada pengikutnya.
Siapa Fahira Almira? Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini.
Profil Fahira Almira yang Viral di Medsos
Fahira Almira dikenal sebagai kreator konten yang aktif di Instagram dan TikTok. Ia banyak membagikan konten seputar lifestyle, fashion, kecantikan, traveling, hingga kehidupan sehari-hari.
Popularitasnya di media sosial membuat Fahira memiliki basis pengikut yang cukup besar. Berdasarkan data profil influencer yang tersedia, akun Instagram @fahiramira memiliki sekitar 1,8 juta pengikut.
Dengan jumlah pengikut tersebut, tidak mengherankan apabila unggahan Fahira mengenai pengalaman pribadinya terkait kesehatan kemudian menyebar luas dan menjadi perhatian publik.
Fahira Almira Ternyata Adik Sarah Keihl
Fahira Almira juga memiliki hubungan keluarga dengan sosok yang lebih dahulu dikenal publik, yakni Sarah Keihl.
Fahira disebut sebagai adik dari Sarah Keihl. Keduanya sama-sama aktif di dunia media sosial dan beberapa kali mencuri perhatian melalui berbagai unggahan di media sosial.
Kehadiran Fahira di dunia entertainment pun membuat namanya tidak hanya dikenal sebagai influencer.
Pernah Terjun ke Dunia Akting
Selain membuat konten, Fahira Almira juga pernah mencoba peruntungan di dunia seni peran.
Ia tercatat pernah membintangi serial Metamorfosa Cacing yang tayang pada 2021. Fahira kemudian tampil dalam serial Can You Hear Me? dengan memerankan karakter Eva.
Tidak berhenti di serial, Fahira juga pernah terlibat dalam film Kutukan 9 Setan yang dirilis pada 2023.
Fahira Almira dan Dunia Bisnis
Di luar aktivitas sebagai influencer dan aktris, Fahira juga pernah diberitakan menjalankan bisnis. Salah satu bisnis yang pernah dikaitkan dengan namanya adalah Piscocol, usaha kuliner yang menawarkan pisang goreng dengan berbagai varian.
Aktivitas tersebut membuat Fahira memiliki sejumlah kesibukan di luar dunia entertainment dan media sosial.
Pendidikan Fahira Almira
Sejumlah profil mengenai Fahira Almira juga menyebut dirinya pernah menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya, dengan jurusan Administrasi Bisnis.
Meski demikian, detail mengenai tahun masuk maupun kelulusannya tidak selalu tercantum secara konsisten dalam berbagai profil daring. Karena itu, informasi tersebut sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan untuk mencantumkan riwayat pendidikannya secara lebih detail.
Kasus Usus Buntu Bikin Fahira Kembali Disorot
Nama Fahira Almira kembali ramai diperbincangkan pada Agustus 2026 setelah ia membagikan pengalaman kesehatan melalui media sosial.
Fahira mengaku sempat didiagnosis mengalami usus buntu oleh tiga rumah sakit di Indonesia. Ia juga menyebut dirinya sempat disarankan menjalani operasi.
Alih-alih langsung menjalani tindakan tersebut, Fahira kemudian memilih mencari second opinion ke Malaysia.
Di Penang, Fahira menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk CT scan. Menurut cerita yang dibagikannya, hasil pemeriksaan di sana berbeda dengan diagnosis yang sebelumnya ia terima di Indonesia.
Fahira kemudian mengaku tidak jadi menjalani operasi usus buntu. Pengalaman tersebut lantas viral dan memicu perdebatan di media sosial mengenai diagnosis medis serta layanan kesehatan di Indonesia dan Malaysia.
Polemik tersebut kemudian berkembang setelah Nalar Rawat memberikan teguran terbuka sekaligus meminta klarifikasi terkait narasi pengalaman medis Fahira.
Nalar Rawat menegaskan bahwa mencari second opinion merupakan hak setiap pasien. Namun, mereka menyoroti bagaimana pengalaman medis tersebut disampaikan kepada publik karena berpotensi menimbulkan kesan bahwa tiga rumah sakit di Indonesia telah melakukan kesalahan diagnosis.
Mereka juga meminta klarifikasi mengenai diagnosis yang diberikan tiga rumah sakit, rekomendasi operasi, timeline pemeriksaan, terapi yang diterima Fahira, hingga kemungkinan adanya hubungan komersial dengan rumah sakit di Malaysia.









