Kemenekraf Libatkan Pemda untuk Perkuat Industri Gim Nasional hingga Daerah
Kementerian Ekonomi Kreatif terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pengembangan dan penguatan industri gim nasional. Salah satunya dengan melibatkan pemerintah daerah dalam mewadahi dan memfasilitasi para pegiat gkm lokal baik itu gim papan maupun gim digital.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa, keterlibatan pemerintah daerah dalam pengembangan gim lokal tertuang dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) tahun 2025 - 2045. Dalam Rindekraf itu, ada dua lampiran dimana lampiran pertama merupakan masterplan jangka panjang dan lampiran merupakan master plan jangka pendek tahun 2026 - 2029.
Baca juga: Kompetisi Padel WBI Makin Meriah dengan Fashion Show dan Pertandingan Artis
“Dalam lampiran dua tersebut itu terkait dengan strategi pendanaan, pembiayaan, pemasaran, pelatihan, kemudian investasi, dan seterusnya, termasuk subsektor game. Dan game yang dimasukkan dalam Rindekraf termasuk board game di situ, tidak hanya game digital,” kata Riefky dalam peringatan Hari Game Indonesia (Hargai) di Garuda Spark FX Sudirman Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Kronologi Perempuan asal Pati Ngaku Istri Siri Vicky Prasetyo, Ditelantarkan saat Hamil 9 Bulan
Ia menjelaskan, dalam lampiran kedua itu juga tertuang bagaimana memperkuat 22 kementerian dan lembaga termasuk di dalamnya yaitu pemerintah daerah. Seperti pemerintah kabupaten kota dan pemerintah provinsi untuk memberikan kontribusi dan peranan dalam mengembangkan industri gim di tingkat lokal. Hal itu dilakukan agar para pegiat atau pembuat gim tidak hanya bergantung kepada pemerintah dan asosiasi di pusat melainkan bisa terwadahi di tingkat daerah. Sehingga pengembang dari gim tersebut bisa dilakukan secara cepat.
Baca juga: Serunya Fashion Padel Nusantara WBI, Ivan Gunawan hingga Wulan Guritno Turut Hadir
“Karena kita ingin tidak semua pegiat board game maupun games digital, semua lari ke asosiasi pusat. Tetapi kita ingin pemerintah daerah bisa menjadi bapak asuhnya mereka juga. Jadi ekosistem ini bisa berkembang juga dengan keterlibatan pemerintah daerah,” ucap dia.
Nantinya, jika para pegiat atau pembuat gim sudah bisa diwadahi di tingkat daerah, maka kolaborasi antar lembaga dan kementerian harus semakin digencarkan agar perkembangan industri gim tersebut bisa memberikan multiplier effect secara ekonomi yang bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Tinggal bagaimana kolaborasi kita bisa bersama-sama sehingga multiplier effect-nya terutama multiplier effect ekonominya dapat dirasakan oleh kita semua,” pungkas dia.










