PKS Dorong Ekonomi Syariah Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar diskusi strategis bertema “Agenda Strategis Ekonomi Syariah: Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia”. Acara yang dilaksanakan melalui forum IQRO PKS ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta.
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Majelis Syura ketiga yang salah satu hasilnya mengamanahkan untuk pengarusutamaan ekonomi syariah di Indonesia.
Baca juga: Zainal Arifin Usul Ambang Batas Parlemen Dihitung Pakai Basis Kemenangan Partai di Daerah
"Di antara empat keputusan Majelis Syura adalah agar PKS memperjuangkan ekonomi syariah melalui pejabat publik, terutama di DPR RI dan di kabinet Presiden Prabowo. Diskusi ini adalah tindak lanjut keputusan Majelis Syura," ujar Almuzzammil, dikutip Jumat (7/8/2026).
Almuzzammil menjelaskan bahwa Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia dengan 251 juta jiwa atau 87,15 dari total penduduk, potensi besar wakaf serta industri halal yang belum optimal."Jadi ekonomi syariah punya potensi sebesar lapangan bola tapi kita baru bermain sebesar lapangan ping-pong," ujarnya.
Baca juga: Survei: 78,7 Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Untuk itu, partainya sebagai koalisi pemerintah ingin mengangkat tema ini sebagai perjuangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih stagnan di angka 5 selama 10 tahun ini.
"Di tengah pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kita ingin mengangkat isu ekonomi syariah ini yang belum banyak disoroti oleh pemerintah. Hari ini kita berkumpul dan berdiskusi untuk mengumpulkan rekomendasi," ungkapnya.
Dalam diskusi ini, hadir sebagai narasumber Pakar Ekonomi Syariah Prof Muhammad Syafi'i Antonio dan penanggap diskusi Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) Handi Risza.










