Kapolri Serap Aspirasi Buruh Terkait RUU Ketenagakerjaan
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan dialog isu ketenagakerjaan bersama dengan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Sekretariat Bersama, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Sigit menyerap aspirasi yang diperjuangkan buruh. Salah satunya adalah, Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
"Tentunya saya berterima kasih hari ini saya mendapatkan undangan untuk bisa mendengarkan langsung terkait dengan draf-draf yang disusun yang selama ini tentunya itu menjadi keluhan dari teman-teman buruh," kata Sigit usai pertemuan tersebut.
Mantan Kapolda Banten ini mengatakan, setelah dilakukan diskusi panjang akhirnya dapat dipahami apa yang selama ini terus diperjuangkan oleh kelompok buruh.
"Bahwa memang ada hal-hal mendasar yang tentunya itu menjadi masalah utama bagi teman-teman buruh yang selama ini memang belum terakomodir di dalam undang-undang," ujar Sigit.
Sigit menekankan, seluruh aspirasi buruh terkait RUU Ketenagakerjaan akan ditampung untuk diperjuangkan. Baik, melalui proses diplomasi maupun dialog.
"Dan tentunya saya akan membantu juga untuk menjadi jembatan untuk menyampaikan terkait dengan poin-poin yang kemudian kita harapkan ini bisa diselesaikan oleh rekan-rekan buruh bersama-sama dengan tim yang ada di DPR," ucap Sigit.
"Sehingga menjadi satu kesepakatan yang bentuknya adalah revisi undang-undang yang kemudian isinya tentunya terjadi keseimbangan antara teman-teman pengusaha, teman-teman buruh, dan bagaimana peran dari para pengawas untuk menjaga agar keseimbangan ini bisa tetap terjaga," tambah Sigit menekankan.
Lebih dalam, Sigit menegaskan, ke depannya, buruh bersama dengan pengusaha harus membahas soal kemampuan kompetisi dengan negara maju. Sehingga, Indonesia siap untuk berkompetisi di era global menjadi negara yang maju dan seluruh rakyatnya sejahtera.
"Tentunya di dalam mengawal proses, saya yakin bahwa teman-teman buruh akan sangat fokus baik dengan menggunakan forum diplomasi, forum dialog,"ujarnya.
"Namun tentunya saya akan sangat memahami kalau mereka juga tentunya akan turun untuk mengawal ketat sehingga apa yang diperjuangkan ini betul-betul bisa berjalan sesuai dengan apa yang menjadi harapan dan menjadi isi hati dari teman-teman serikat pekerja," lanjut Sigit.
Namun dia juga tetap mengingatkan kepada buruh untuk terus ikut bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mengingat, sinergisitas merupakan kunci utama mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Namun saya selalu ingatkan, tolong laksanakan semuanya secara terukur dan jaga ketertiban, karena kita ingin Indonesia ini tetap terjaga, cita-cita kita bersama terus bisa kita jalankan, dan bagaimana kita mendorong Indonesia ini untuk betul-betul bisa mewujudkan visi menuju Indonesia Emas 2045 betul-betul bisa tercapai," tutur Sigit.
"Mari kita kawal bersama-sama sehingga perjuangan teman-teman buruh betul-betul bisa terlaksana dengan baik, lancar, aman, dan tertib tanpa ada satu hal ataupun kerusuhan yang kemudian justru menciderai apa yang menjadi perjuangan teman-teman buruh,"tutup Sigit.









