Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike, Pengamat Intelijen: Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike, Pengamat Intelijen: Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Nasional | sindonews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:05
share

Polda Metro Jaya membentuk Tim Preventive Strike guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta tetap kondusif. Pembentukan tim tersebut sebagai respons terhadap maraknya narasi di media sosial mengenai isu peningkatan pengamanan di pusat perbelanjaan (mal) dan perkantoran menjelang Agustus.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai, tujuan utama pembentukan Tim Preventive Strike adalah untuk mencegah dan menindak tegas kelompok-kelompok yang berupaya memicu kerusuhan atau membuat situasi tidak kondusif di wilayah hukum DKI Jakarta. Tim ini melibatkan gabungan personel dari seluruh Direktorat Operasional di lingkungan Polda Metro Jaya.

Menurut Nuning, panggilan akrabnya skema operasional tim tersebut yakni mengombinasikan deteksi dini intelijen dengan peningkatan intensitas patroli secara masif baik skala kecil, sedang, hingga besar.

Baca juga: Heboh Mal Pasang Pagar Tinggi, Polda Metro Tegaskan Jakarta Aman: Jangan Kita Berasumsi

“Meskipun sudah disampaikan pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum dipastikan masih sangat aman dan terkendali berkat sinergi ketat bersama Kodam Jaya, tetapi harus tetap waspada terhadap adanya penyusupan baik bertujuan gangguan keamanan, ekonomi, pertahanan bahkan politik,” katanya, Minggu (2/8/2026).Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, dalam dunia intelijen dan keamanan, gangguan merupakan bagian dari Konsep ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan). Menurut Nuning, harus ada lidik terhadap berdirinya pagar yang berkorelasi dengan kekhawatiran pihak gedung akan adanya kemungkinan demo besar-besaran di bulan Agustus.

Lihat video: Pagar Tinggi Mal Viral, Polda Metro Pastikan Jakarta Aman!

Di setiap kerusuhan selalu ada probabilitas penyusupan teroris, oleh karenanya pihak intelijen BIK, BAIS, dan BNPT di bawah koordinasi BIN melaksanakan pemantauan yang teliti untuk hal ini. Belum lagi, banyak keahlian baru yang dimiliki oleh sel terorisme, khususnya para foreign fighter ex kombatan ISIS dalam pola narko terorisme dan kemampuan menggunakan elemen Nubika (Nuklir, Biologi, dan Kimia)

“Pemerintah harus mempersiapkan diri terhadap berbagai tuntutan demo bila benar terjadi. Hindari tindakan yang terlalu represif yang dapat merugikan kedua belah pihak yaitu aparat dan rakyat. Termasuk harus melakukan analisa masalah yang bisa dikumpulkan di lapangan. Pihak Bakom Pemerintah pun jangan selalu menentang kritik rakyat tapi mengajak duduk bersama berbagai pihak terkait meminta berbagai masukan,” ucapnya.

Topik Menarik