BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini

BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini

Nasional | sindonews | Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:22
share

Sejumlah bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusdalops BNPB pada periode 17-18 Juli 2026. Bencana yang terjadi didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, tanah longsor, serta kekeringan akibat kondisi cuaca kering di sejumlah wilayah.

"Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sekitar 40 hektare lahan terbakar sejak Jumat (10/7) dan kembali dilaporkan pada Kamis (16/7)," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (18/7/2026).

Titik api diketahui merupakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan swasta yang berada di Gampong Alue Kuyun, Kecamatan Darul Makmur. Hingga saat ini api masih belum berhasil dipadamkan sehingga berpotensi meluas apabila kondisi cuaca tetap kering dan berangin.

Baca juga: BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya bersama lintas instansi gabungan serta dunia usaha terus berupaya memadamkan api dengan mengerahkan pompa dan alat pendukung lainnya."Di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran lahan seluas sekitar tiga hektare berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Jumat (17/7). Lokasi titik api berada di dekat perumahan Damai Lestari dan perumahan Pepabri," tuturnya.

Selain itu, kekeringan mulai berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 193 kepala keluarga atau 592 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih. BPBD Kabupaten Bima telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak dua ritase atau sekitar 10.000 liter kepada warga terdampak pada Jumat, 17 Juli 2026.

Lihat video: Indonesia Darurat Karhutla, Jangan Sampai Peristiwa Karhutla 2015 Terjadi Lagi

Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Utara, penanganan darurat tanah longsor yang memutus total akses jalan penghubung Kecamatan Krayan Barat menuju Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, terus dilakukan. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026 itu telah mengakibatkan sekitar 460 kepala keluarga atau 1.507 jiwa yang tersebar di 13 desa terisolasi.

Ketiga belas desa tersebut meliputi Desa Long Pa’sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa’ Dalan, Pa’ Urang, Pa’tera, Pa’ Sing, Long Pupung, Pa’ Upan, Long Birar, Pa’ Kaber, Pa’ Amai, dan Pa’ Ibang. Selain akses transportasi yang terputus, pasokan listrik PLN di wilayah terdampak hanya dapat menyala selama empat jam setiap hari, yakni pukul 18.00 hingga 22.00 WITA.

"Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Nunukan masih melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Nunukan telah menetapkan status tanggap darurat sejak 15 hingga 28 Juli 2026. BNPB akan memberikan pendampingan dalam penanganan darurat bersama pemerintah daerah," terangnya.Di Provinsi Sumatera Utara, banjir melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada Jumat, 17 Juli 2026, dan berdampak pada sekitar 200 kepala keluarga serta sekitar 200 unit rumah. Wilayah yang terdampak adalah Desa Sipange, Kecamatan Tukka. Saat ini banjir dilaporkan berangsur surut, sementara pendataan dampak masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk beberapa hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara itu, wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan diperkirakan masih didominasi kondisi cuaca cerah hingga berawan yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

Ari Sandita – Sindonews

Topik Menarik