Karhutla Bengkalis Meluas Capai 80 Hektare, Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Bengkalis Meluas Capai 80 Hektare, Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Nasional | inews | Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:11
share

BENGKALIS, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Riau, terus meluas hingga mencapai sekitar 80 hektare. Memasuki hari ketiga, tim gabungan masih berjibaku memadamkan api dan melakukan pendinginan di kawasan Jalan Tangkahan Tegar Ujung Canal Atiam, perbatasan Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, dan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

Operasi pemadaman melibatkan personel Polres Bengkalis, TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga pemerintah kelurahan setempat.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

"Fokus utama kami adalah memastikan api benar-benar padam hingga ke dasar, mencegah munculnya titik api baru, serta melindungi masyarakat dari bahaya kabut asap," ujarnya dikutip dari iNews Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan pendataan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 80 hektare. Area yang terdampak didominasi semak belukar dan tanaman kelapa sawit yang tidak terawat.

Kondisi tanah yang kering, cuaca panas ekstrem, serta embusan angin kencang menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman.

Untuk mempercepat pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari kanal di sekitar lokasi sebagai pasokan penyemprotan.

Selain mengerahkan personel gabungan, operasi juga didukung delapan unit mini striker, satu unit mesin Shibaura, puluhan rol selang berbagai ukuran, serta 12 unit nozel.

Pemadaman dari udara turut diperkuat dengan tiga unit helikopter water bombing yang menjangkau titik api di lokasi yang sulit diakses personel darat.

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, polisi mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi, dokumentasi, serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Berdasarkan hasil pemantauan, lokasi kebakaran berada dalam satu hamparan lahan dengan sedikitnya delapan titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah titik koordinat.

Kapolres mengatakan akses menuju lokasi masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, medan berupa lahan gambut dan semak belukar yang lebat membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

"Namun, medan yang didominasi lahan gambut dan semak belukar yang tebal mengharuskan seluruh personel bekerja ekstra keras agar proses pemadaman berjalan efektif. Hingga saat ini, identitas pemilik lahan maupun penyebab pasti dari kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan," katanya.

Polisi memastikan proses pemadaman dan penyelidikan akan terus dilakukan hingga api benar-benar padam dan penyebab kebakaran dapat diungkap.

Topik Menarik