Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026

Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 17:46
share

Bakatnya di bidang seni membawa siswa SMSR Yogyakarta (SMK Negeri 3 Kasihan Bantul) Mikail Fajar Dwicaksono berhasil diterima tanpa tes di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia akan kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) karena lulus jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Kepala Sekolah SMSR Yogyakarta Sumadi pun tak bisa menutupi rasa bangganya karena salah satu muridnya berhasil diterima di salah satu institusi perguruan tinggi terbaik Indonesia itu.

Baca juga: Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali

Ia juga tak menyangka bahwa Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara bersama Dekan FSRD dan Dekan Teknik Sipil ITB, secara khusus yang mengunjungi tempat tinggalnya di Condongcatur, Kabupaten Sleman, beberapa waktu lalu. Kunjungan yang menjadi bentuk apresiasi langsung dari pihak kampus untuk "menjemput" talenta muda berbakat tersebut.

Kehadiran pimpinan ITB di ruang tamu keluarga Mikail yang disaksikan oleh keluarga, Ketua RT/RW, dan perwakilan sekolah, menjadi momen penuh haru yang mengukuhkan besarnya apresiasi terhadap potensi muridnya. Menurut Sumadi, sejak kelas 10, Mikail telah diajarkan untuk membangun keunikan visi artistik dan keberanian dalam mengekspresikan diri. Puncak pembuktiannya terlihat saat ia memamerkan karyanya dalam program unggulan "Pameran Karya" di kelas 12, sebuah unjuk gigi yang mematangkan portofolionya menuju ITB.

Baca juga: Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS

"Sekolah kami memang berbasis fine art, dan anak ini (Mikail) menampilkan karyanya dengan sangat baik ke hadapan publik," tutur Sumadi, dikutip dari laman SMK Kemendikdasmen, Jumat (3/7/2026).

Sumadi juga mengungkapkan bahwa Mikail memang adalah anak yang baik, tekun, berbakat dan disiplin, karya-karya yang di hasilkan juga bagus dan bermakna.

Keberhasilan Mikail bukanlah jalan yang instan. Bagi keluarga yang hidup dalam kesederhanaan, mendukung pendidikan seni yang seringkali membutuhkan biaya tidak sedikit untuk material lukis adalah sebuah pengorbanan besar. Sang ayah, dengan tangan kasarnya yang setiap hari bersinggungan dengan cairan pembersih lantai, tak pernah mengeluh. Di benaknya, setiap petak lantai yang ia bersihkan adalah jembatan agar putranya bisa terus berkarya.

Pun begitu dengan sang ibu. Lembaran rupiah dari keuntungan seribu-dua ribu rupiah per ikat bayam yang ia jual, disisihkan dengan telaten demi membeli cat dan kanvas agar tugas sekolah Mikail di SMSR Yogyakarta tak pernah terhenti.

"Mikail itu anak yang nrimo. Dia tahu kondisi orang tuanya. Apa yang ada, itulah yang dia pakai untuk melukis. Tapi malam-malam saat dia masih melukis dan saya bersiap ke pasar, saya selalu berdoa agar karyanya bisa membawa dia ke tempat yang lebih baik," kenang sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

Keberhasilan Mikail menjadi representasi nyata dari kehebatan ekosistem pendidikan vokasi saat ini. Selama ini, publik kerap mengidentikkan lulusan SMK murni dengan kesiapan bekerja. Namun, Mikail membuktikan keunggulan jalur "Melanjutkan" (studi) dalam kerangka besar BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha) yang menjadi roh pendidikan vokasi.

Ia menunjukkan bahwa murid kejuruan memiliki daya saing akademis dan kualitas karya yang mampu menembus ketatnya persaingan di perguruan tinggi negeri favorit.

Apresiasi terhadap dedikasi Mikail juga memantik sinergi dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dalam momen bahagia tersebut, PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) turut hadir memberikan dukungan nyata berupa bantuan dana pendidikan, fasilitas laptop, serta produk perusahaan.

Topik Menarik