Penyebab Xu Peng Si CEO di Dracin Banting Setir Jadi Penjual Sayur Terungkap! Alasannya Mengejutkan
JAKARTA, iNews.id – Aktor drama China (dracin) Xu Peng mendadak viral usai berjualan sayur di pasar tradisional. Padahal, pria berusia 30 tahun itu sebelumnya dikenal sebagai langganan pemeran CEO dalam berbagai serial microdrama yang populer di China.
Di balik perubahan profesinya itu, tersimpan alasan yang tak banyak disangka. Xu Peng mengungkapkan karier aktingnya meredup setelah industri drama pendek mulai beralih menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memproduksi konten.
Xu Peng mengatakan, setelah menyelesaikan proyek drama terakhirnya pada Maret 2026, tawaran bermain drama nyaris tidak lagi datang. Situasi tersebut membuatnya memilih kembali ke kampung halamannya di Shandong untuk membantu usaha keluarga.
Kini, setiap hari Xu Peng mengangkut sayuran hasil panen kakeknya menggunakan mobil listrik keluarga dan menjualnya di pasar lokal. Meski sempat dipertanyakan oleh kerabat dan teman-temannya, dia mengaku tidak pernah merasa malu dengan pekerjaan tersebut.
Orangtua Mahasiswa yang Ciuman di PNJ Minta Maaf Sambil Sujud, Netizen: Kasihan Banget Ayahnya
"Akting hanyalah pekerjaan. Jika tidak ada peran yang bisa diambil, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah," kata Xu Peng dikutip dari Straits Times, Jumat (3/7/2026).
"Selama saya bisa mencari nafkah secara jujur melalui kerja keras, tidak ada halangan yang tidak bisa saya atasi," tambahnya.
Pernyataan itu langsung menuai simpati warganet. Foto dan video Xu Peng saat melayani pembeli di pasar pun viral di media sosial. Bahkan, banyak penggemarnya datang langsung ke pasar untuk membeli dagangannya sebagai bentuk dukungan.
Sebelum kariernya meredup, Xu Peng merupakan salah satu aktor yang cukup dikenal di industri drama vertikal China. Dia populer berkat perannya sebagai sosok CEO yang dingin, berwibawa, dan romantis dalam sejumlah micro-drama, termasuk Blood River (2025).
Pada masa jayanya, Xu Peng mengaku harus menjalani syuting hingga 15 sampai 16 jam setiap hari karena padatnya jadwal produksi.
Namun, industri microdrama China kini mengalami perubahan besar seiring pesatnya adopsi AI. Teknologi tersebut dinilai mampu memangkas biaya produksi secara signifikan sehingga semakin banyak rumah produksi beralih menggunakannya.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa dari sekitar 128.000 microdrama yang dirilis di China sepanjang kuartal pertama 2026, sekitar 122.000 judul diproduksi dengan bantuan AI.
Fenomena tersebut memunculkan kekhawatiran akan berkurangnya peluang kerja bagi para aktor dan pekerja industri kreatif. Meski demikian, Xu Peng memilih menghadapi perubahan itu dengan bekerja keras dan mencari penghasilan dari profesi yang berbeda.
Kisahnya pun menuai banyak pujian karena dianggap menunjukkan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih rendah selama dilakukan dengan jujur untuk menghidupi diri dan keluarga.









