Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya

Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya

Global | sindonews | Rabu, 1 Juli 2026 - 19:30
share

Saat beberapa bagian Eropa mengalami suhu yang memecahkan rekor, laporan tentang jalan yang menjadi lunak dan rusak di Inggris telah menarik perhatian. Situasi ini juga memicu perbandingan dengan India, di mana suhu secara teratur melampaui 45 derajat Celcius selama bulan-bulan puncak musim panas tanpa jalan yang umumnya mencapai tingkat kerusakan yang sama.

Perbedaannya bukan tentang satu negara membangun jalan yang lebih kuat daripada negara lain. Semuanya bermuara pada cara pemilihan material jalan berdasarkan iklim yang diharapkan akan dihadapi.

Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya

1. Jalan-Jalan di Eropa Dirancang untuk Musim Dingin yang Membeku

Melansir NDTV, di negara-negara seperti Inggris, konstruksi jalan secara tradisional berfokus pada ketahanan terhadap kondisi dingin. Jalan harus mampu menahan siklus pembekuan dan pencairan berulang, yang dapat menyebabkan retak dan kerusakan struktural.

Karena alasan ini, banyak jalan di Eropa menggunakan material seperti aspal gulung panas (HRA) dan beton aspal padat. Campuran ini mengandung proporsi bitumen yang lebih tinggi dan agregat yang lebih halus, sehingga permukaan lebih fleksibel.

Fleksibilitas tersebut berguna selama musim dingin yang keras karena jalan dapat mengembang dan menyusut tanpa mudah retak. Bitumen dengan kualitas lebih lunak membantu jalan tetap tahan lama ketika suhu turun di bawah nol derajat.Namun, kualitas yang sama dapat menjadi kelemahan selama cuaca panas ekstrem.

2. Jarang Terjadi Cuaca Ekstrem di Inggris

Ketika suhu naik mendekati 40 derajat Celcius atau lebih, bitumen dalam campuran aspal ini dapat mulai melunak. Di bawah tekanan kendaraan berat, permukaan jalan dapat berubah bentuk, menciptakan masalah seperti alur, ambles, atau bagian yang melunak.

Karena panas ekstrem seperti itu secara historis tidak biasa di banyak bagian Inggris, jalan tidak selalu dirancang untuk menghadapi paparan kondisi tersebut dalam jangka waktu lama.

3. Material yang Sama, Prioritas yang Berbeda

Teknik jalan di Eropa lebih mementingkan fleksibilitas untuk bertahan di musim dingin yang membeku, sementara jalan di India dirancang dengan ketahanan panas sebagai prioritas utama.

Akibatnya, suhu yang dapat menjadi tantangan langka dan ekstrem bagi beberapa jalan di Eropa adalah kondisi yang sudah diantisipasi oleh banyak jalan di India setiap musim panas.

Topik Menarik