Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Masyarakat kerap menganggap yoghurt sebagai pilihan camilan yang selalu menyehatkan bagi tubuh. Namun, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan bahwa tidak semua produk yoghurt memberikan manfaat kesehatan yang sama, tergantung pada jenis dan kandungan nutrisi di dalamnya.
Hal itu diungkapkan Budi dalam unggahan video di akun instagramnya. Ia menyoroti kekeliruan umum di masyarakat yang menganggap konsumsi yoghurt secara otomatis akan menyehatkan tanpa memperhatikan komposisi produk. Menurutnya, pemilihan produk yang salah justru dapat berisiko meningkatkan kadar gula darah.
"Katanya minum yogurt itu sehat. Saya sebenarnya kurang setuju, karena tergantung yogurtnya yang mana. Nah, saran saya cek labelnya dulu sebelum beli," kata Budi, dikutip Minggu (28/6/2026).
Baca Juga : 7 Makanan Ini Mampu Meningkatkan Stamina, dari Sayuran Hijau hingga Yogurt
Ia menjelaskan bahwa konsumen biasanya mencari yoghurt karena kandungan probiotik dan proteinnya yang tinggi. Namun, banyak produk yoghurt di pasaran yang kini telah ditambahkan berbagai perasa dan pemanis tambahan. Akibatnya, alih-alih mendapatkan asupan nutrisi yang sehat, konsumen justru lebih banyak mengonsumsi gula."Biasanya, kalau orang beli yogurt yang dicari, kan probiotiknya atau juga proteinnya. Tapi, kalau sudah ditambah rasa-rasa seperti ini, yang didapat malah gulanya," tambah dia.
Sebagai solusi, Budi menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk yoghurt. Ia merekomendasikan jenis yoghurt yang minim tambahan rasa agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara optimal.
Baca Juga : Kapan Waktu Terbaik Makan Yogurt? Simak Jawabannya!
"Jadi kalau mau beli yogurt, cari yogurt yang plain atau yogurt Greek, karena mereka ini proteinnya tinggi, probiotiknya tinggi, namun gulanya rendah," tutur Budi.
Selain itu, ia juga mengingatkan terkait dampak dari konsumsi yoghurt yang tidak tepat, terutama pada produk yang kaya akan gula tambahan. Ia mengkhawatirkan masyarakat akan terkecoh dengan label sehat pada kemasan.
"Jadi jangan ketipu sama rasa-rasa ini ya, dikira sehat, malah pada saat kita cek kesehatan gratis, gulanya malah naik," pungkas dia.










