Air Fryer Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Faktanya!
JAKARTA - Kamu sangat menyukai ayam goreng dan kentang goreng yang renyah, tetapi khawatir dengan kesehatan jantung? Mungkin kamu sedang mempertimbangkan untuk menambahkan air fryer ke deretan alat dapurmu. Pertanyaannya, apakah memasak menggunakan air fryer benar-benar sehat?
Menurut ahli gizi dari Cleveland Clinic, Julia Zumpano, RD, LD, air fryer memang merupakan pilihan yang lebih sehat karena pada dasarnya alat ini meniadakan kebutuhan akan tambahan minyak.
Bagaimana Cara Kerja Air Fryer?
Meskipun namanya mengandung kata fry (menggoreng), alat ini secara teknis tidak menggoreng makanan. Air fryer lebih seperti oven konveksi mini.
Alat ini menggunakan kipas untuk meniupkan udara panas di sekitar keranjang yang berisi makanan. Hasilnya? Kentang, sayuran, dan makanan lainnya bisa matang dengan cepat, renyah di luar, tetapi tetap lembut dan lembap di dalam.
Walaupun teksturnya mungkin tak 100 persen sama dengan kentang yang digoreng dalam rendaman minyak panas, metode ini jauh lebih mendekati hasil renyah tersebut dibandingkan jika kamu memanggang atau mengukusnya.
Manfaat Air Fryer untuk Kesehatan
Jika kamu berencana untuk mencoba alat ini, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan:
Lebih Sehat daripada Menggoreng dengan Minyak
Minyak goreng, bahkan yang sehat seperti minyak zaitun sekali pun, mengandung kalori yang tinggi. Saat kamu melakukan deep frying (menggoreng dengan minyak banyak), kalori akan menumpuk dengan cepat.
Makanan yang digoreng juga berisiko tinggi mengandung lemak trans yang bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL) serta risiko penyakit jantung, strok, dan diabetes. Dengan air fryer, kamu hanya butuh sekitar satu sendok makan minyak. Ini bisa memangkas kalori hingga 80 persen dibandingkan metode deep frying.
Bisa Mengurangi Akrilamida
Akrilamida adalah bahan kimia yang terbentuk selama proses memasak dengan suhu tinggi. Walaupun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, beberapa studi pada hewan menunjukkan bahwa akrilamida dalam dosis tinggi bisa memicu kanker.
Kabar baiknya, sebuah studi menunjukkan bahwa penggunaan air fryer dapat mengurangi senyawa akrilamida hingga 90 persen, meskipun sejumlah kecil senyawa tersebut mungkin masih tersisa.
Risiko Kesehatan yang Perlu Diperhatikan
Apakah air fryer bisa menyebabkan kanker? Beberapa studi menunjukkan bahwa menggunakan air fryer untuk memasak ikan dapat meningkatkan kadar produk oksidasi kolesterol (COPs) yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, dan kondisi medis lainnya.
Selain itu, ada juga kekhawatiran tentang Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs), yakni karsinogen yang dihasilkan sebagai asap saat makanan dimasak pada suhu tinggi. PAHs memang bisa terbentuk selama proses air frying, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit karena minyak yang digunakan sangat minim.
Sebagai pencegahan, Julia Zumpano menyarankan untuk membatasi jumlah minyak dan suhu panas yang digunakan. Jangan pernah menggunakan minyak berulang kali, hindari menghirup asap masakan, dan pastikan kamu menggunakan kipas penyedot asap (exhaust fan) di dapur.
Satu hal lagi, kamu tak perlu khawatir soal radiasi. Berbeda dengan microwave yang menggunakan radiasi untuk memanaskan makanan, air fryer hanya menggunakan panas dari kipas dan mensirkulasikannya seperti oven konveksi.
Jadi, Apakah Air Fryer Itu Sehat?
Air fryer mungkin jauh lebih baik untukmu dibandingkan alat deep fryer, tetapi pada akhirnya, alat ini hanya akan sesehat makanan yang kamu masukkan ke dalamnya. Alat ini tak bisa secara ajaib menghilangkan lemak jenuh dari daging atau lemak trans dari sayap ayam olahan.
Untuk mendapatkan manfaat yang sesungguhnya, pilihlah bahan makanan yang lebih baik untuk tubuh, seperti sayur-sayuran dan protein tanpa lemak. Anggaplah air fryer cara untuk membuat makanan sehat menjadi lebih lezat dan menggugah selera!









