Sosok Citra Isramij, Eks Finalis Kontes Kecantikan yang Kini Bersinar di Dunia Pasar Modal dan Padel
JAKARTA – Cantik, berprestasi, dan sukses membangun karier di industri pasar modal. Tiga hal tersebut menggambarkan sosok Citra Isramij Pedju.
Pernah menjadi Finalis Wajah Femina 2007 dan masuk Top 10 Puteri Indonesia 2008, kini ia dipercaya sebagai eksekutif di sektor keuangan. Selain itu Citra juga aktif menekuni olahraga padel dan berhasil mengoleksi sejumlah prestasi.
Perjalanan Citra menunjukkan bahwa dunia profesional dan gaya hidup sehat dapat berjalan beriringan. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran itu dikenal sebagai sosok yang terbiasa bekerja dalam ritme cepat, menangani transaksi pasar modal, serta berinteraksi dengan berbagai investor dan institusi keuangan.
Baginya, menjaga performa tidak hanya dilakukan di ruang rapat, tetapi juga melalui aktivitas fisik yang mampu menjaga fokus dan keseimbangan hidup.
Di tengah padatnya aktivitas tersebut, Citra memilih padel sebagai olahraga yang kini menjadi bagian dari rutinitasnya. Menurutnya, olahraga yang memadukan unsur tenis dan squash itu bukan hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan komunikasi, strategi, dan kerja sama tim.
"Di dunia pasar modal maupun saat bermain padel, saya sama-sama belajar bahwa keputusan terbaik lahir ketika kita tetap tenang dalam situasi yang penuh tekanan. Itu yang membuat saya menikmati olahraga ini," ujar wanita yang kini ditunjuk sebagai Vice President & Head of Debt Brokerage PT BRI Danareksa Sekuritas.
Keseriusannya menekuni padel pun mulai membuahkan hasil. Citra berhasil meraih Juara 3 Fight-lentine Milos Padel Cup, Juara 1 Brillante Padel Tournament, serta Juara 2 Mixed Doubles HKHSK Padel Tournament. Deretan pencapaian tersebut menunjukkan bahwa padel bukan lagi sekadar hobi, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup yang dijalaninya secara konsisten.
Salah satu pertandingan yang paling membekas terjadi pada Milos Fight-lentine Cup 2026. Bersama pasangannya, Citra sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal dengan skor 0-4 pada laga penentuan. Saat banyak orang mulai mengira pertandingan akan berakhir, ia memilih tetap fokus menjalankan strategi.
Perlahan, pasangan tersebut berhasil memperkecil ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Pertandingan yang berlangsung sengit akhirnya ditentukan melalui tie-break, di mana Citra dan pasangannya sukses mengunci kemenangan.
Momen dramatis itu kemudian dibagikan melalui akun Instagram pribadinya.
"First tourney in 2026. Pas game terakhir sempat ketinggalan 0-4, terus bisa ngejar sampai tie-break. Seru banget!" tulis Citra.
Bagi Citra, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa hasil terbaik sering kali datang dari proses yang tidak mudah.
"Setiap pertandingan selalu mengajarkan saya untuk tetap percaya pada proses. Kadang kita memang tertinggal di awal, tetapi selama komunikasi dengan pasangan tetap terjaga dan tidak mudah menyerah, selalu ada peluang untuk membalikkan keadaan," tambahnya.
Fenomena yang dialami Citra juga mencerminkan semakin populernya olahraga padel di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, padel berkembang menjadi salah satu olahraga favorit di kalangan eksekutif, profesional muda, hingga pelaku bisnis. Selain mudah dimainkan, olahraga ini juga menjadi ruang untuk membangun relasi, memperluas jejaring profesional, sekaligus menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas.
Bagi Citra Isramij Pedju, lapangan padel bukan sekadar tempat berolahraga. Di sanalah ia menemukan ruang untuk melepas penat, mengasah mental, dan menjaga keseimbangan di tengah tuntutan dunia pasar modal yang dinamis. Kisahnya menjadi bukti bahwa kesuksesan profesional tidak hanya ditentukan oleh pencapaian di tempat kerja, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kesehatan, terus belajar, dan berani berkembang di berbagai bidang.









