Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Jurnalis Brasil dan pakar geostrategi, Pepe Escobar, mengatakan dalam podcast Mario Nawfal bahwa badan intelijen Israel; Mossad, merencanakan pembunuhan terhadap kepala militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir. Benarkah klaim tersebut?
Menurut Escobar, rencana pembunuhan ini menargetkan Munir dan delegasi Pakistan selama perundingan damai Amerika Serikat (AS)-Iran di Jenewa, Swiss. Pakistan merupakan mediator dalam negosiasi tersebut di bawah Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.
Baca Juga: Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Runtuhkan Rezim Iran
"Militer Pakistan menerima informasi yang sangat kredibel bahwa Mossad sedang mempersiapkan, atas perintah [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu, upaya pembunuhan terhadap Asim Munir dan mungkin juga anggota delegasi Pakistan lainnya yang akan pergi ke Swiss," kata Escobar, yang dikutip Outlook India, Minggu (28/6/2026).
Dia menambahkan bahwa otoritas Pakistan mengirimkan peringatan keras kepada Israel. Escobar mengutip sumbernya yang mengatakan, "Jika Anda menyentuh delegasi kami, kami akan menghapus Anda dari peta, titik."Baik Pakistan maupun Israel belum secara resmi mengonfirmasi klaim tersebut. Klaim tersebut muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memimpin delegasi dalam pertemuan diplomatik terkait upaya untuk mengurangi ketegangan antara Washington dan Teheran.Para pemimpin Israel mengkritik perjanjian perdamaian Iran-AS, dengan mengatakan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam proses tersebut. Serangan militer Israel di Lebanon juga mengancam akan menggagalkan kesepakatan penting ini.
Namun, media Pakistan menolak klaim tentang rencana Mossad itu sebagai sepenuhnya tidak berdasar. Jurnalis senior Kamran Khan membahasnya di X dan mengatakan bahwa seorang pejabat keamanan Pakistan yang berkedudukan tinggi menyebut klaim yang sensasional itu benar-benar omong kosong dan tidak masuk akal. "Tidak ada hal seperti itu yang terjadi," katanya.
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Khan menginformasikan bahwa menurut pejabat tersebut, seluruh kunjungan delegasi Pakistan ke Swiss, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Field Marshal Syed Asim Munir, berjalan lancar. "Sepanjang kunjungan tersebut, tidak ada peringatan keamanan atau bahkan kekhawatiran sekecil apa pun yang disampaikan oleh tim keamanan Swiss atau AS," paparnya.
Pejabat, kata Khan, menolak klaim rencana pembunuhan itu sebagai fiksi tanpa dasar yang tidak ada hubungannya dengan kenyataan.
Pakistan tidak mengakui Israel sebagai negara berdaulat. Kedua negara tidak memiliki kemitraan strategis dan secara historis saling memandang sebagai musuh.
India Today melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif baru-baru ini meningkatkan retorika dengan menyebut Israel "jahat" dan "kutukan bagi umat manusia." Dia mengecam keras tindakan militer Israel di Lebanon, menuduhnya melakukan genosida.
Para pejabat Israel dengan cepat menolak komentar Asif. Mereka kemudian mempertanyakan kemampuan Pakistan untuk mempertahankan netralitas sebagai mediator sementara para menteri seniornya mengeluarkan kecaman tersebut.









