6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Kelompok teroris telah menyerang markas besar pasukan paramiliter Pakistan Rangers Sindh di Karachi, pada Sabtu malam. Serangan ini memicu baku tembak hebat antara kelompok tersebut dengan unit khusus pasukan Pakistan.
Serangan dimulai dengan sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak markas besar Rangers Sindh, menewaskan empat tentara dari pasukan paramiliter tersebut. Ada juga ledakan lain yang terdengar, yang disusul dengan baku tembak hebat di dekat Meteorological Chowrangi di University Road.
Baca Juga: Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Mengutip laporan surat kabar Dawn,Minggu (28/6/2026), baku tembak itu melibatkan unit khusus seperti Pasukan Respons Cepat dan komando polisi.
Sekadar diketahui, Pakistan Rangers Sindh adalah pasukan paramiliter federal di Pakistan yang beroperasi di bawah naungan Angkatan Darat. Tugas utama mereka adalah menjaga keamanan perbatasan dengan India, membantu kepolisian dalam penegakan hukum, serta menanggulangi terorisme dan menjaga ketertiban umum di provinsi Sindh.Menurut laporan Dawn, pasukan Pakistan menembak mati enam teroris dan menangkap satu orang hidup-hidup dalam baku tembak tersebut.Jamaat-ul-Ahrar (JuA), kelompok teroris sempalan dari organisasi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap markas besar Sindh Rangers. Serangan tersebut dilakukan oleh pasukan bunuh diri yang disebut Brigade Khulafa-e-Rashideen Ishtishhadi.
Ketua Menteri Sindh Syed Murad Ali Shah mengatakan dia telah memperhatikan laporan suara ledakan dan penembakan, menambahkan bahwa dia telah meminta laporan terperinci tentang insiden tersebut.
"Polisi harus segera sampai di tempat kejadian, menentukan sifat insiden tersebut, dan mengambil semua tindakan yang diperlukan," katanya dalam sebuah pernyataan.
Serangan ini menandai serangan teroris besar pertama di kota Karachi sejak Oktober 2024, ketika dua insinyur China tewas dalam serangan bom bunuh diri di dekat bandara yang diklaim oleh Tentara Pembebasan Balochistan—kelompok terlarang di Pakistan.
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Inspektur Jenderal Kepolisian Sindh, Javed Alam Odho, awalnya mengatakan kepada media bahwa tiga personel Pakistan Sindh Rangers tewas dalam serangan tersebut. “Detail lebih lanjut sedang dikumpulkan, tetapi investigasi awal mengkonfirmasi bahwa teroris tiba dengan kendaraan dan memasuki kompleks dengan menabrak gerbang utama. Personel Rangers merespons dengan cepat,” katanya.Odho mengatakan sebuah ledakan terdengar ketika serangan dimulai, meskipun belum jelas apa penyebabnya.
“Yang pasti adalah bahwa segera setelah serangan terjadi, personel Rangers segera mengambil posisi dan terlibat baku tembak dengan para penyerang,” imbuh dia.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan. Sejak akhir tahun lalu, militer dan badan intelijen Pakistan berulang kali menuduh pemerintah Taliban Afghanistan memberikan tempat perlindungan kepada TTP, sehingga memungkinkan kelompok tersebut melancarkan serangan lintas batas.
Militer Pakistan, pada gilirannya, telah melakukan beberapa serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai tempat persembunyian dan pusat pelatihan TTP di dalam Afghanistan.










