China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pihak berwenang China membuka penyelidikan atas insiden pesawat ringan menabrak gedung tertinggi di Beijing pada Pada hari Jumat. Kecelakaan langka ini menewaskan pilot pesawat dan menyebabkan 13 orang yang tidak berada di dalam pesawat terluka.
Kecelakaan pesawat ini tidak biasa di ibu kota China, di mana wilayah udaranya sangat dibatasi. Pemerintah distrik Chaoyang mengatakan mereka yang terluka sedang menerima perawatan medis dan pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut.
Baca Juga: Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
"Sebuah pesawat olahraga ringan bermesin tunggal, berkapasitas dua tempat duduk menabrak gedung tinggi saat terbang di dekat jalan lingkar ketiga Timur di Chaoyang, pada pukul 17.55 pada tanggal 26 Juni," bunyi pernyataan pemerintah distrik tersebut, yang diunggah di media sosial.
"Hanya ada satu orang di dalam pesawat, yaitu pilot, yang meninggal," lanjut pernyataan itu, tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang kemungkinan penyebab kecelakaan.
Kerusakan pada bagian luar gedung pencakar langit tampaknya terbatas pada lubang yang disebabkan oleh hilangnya dua panel kaca besar. Celah tersebut telah ditutup sementara pada hari Sabtu.Gedung setinggi 528 meter, yang dikenal sebagai CITIC Tower atau China Zun, terletak di Distrik Pusat Bisnis Beijing, sekitar 6 km (3,7 mil) dari Forbidden City (Kota Terlarang), yang dikunjungi oleh ribuan wisatawan setiap hari.Gedung ini juga dekat dengan Zhongnanhai, sebuah kompleks yang menampung kantor-kantor pimpinan politik tertinggi China.
Kecelakaan pesawat terakhir di Beijing terjadi pada tahun 2022, ketika sebuah helikopter wisata jatuh saat penerbangan antara distrik Changping dan Fangshan, menewaskan dua pilot di dalamnya.
Gambar-gambar yang diunggah di media sosial di China setelah kecelakaan hari Jumat menunjukkan puing-puing dari pesawat dan pengenal B-12PP. Menurut laporan Reuters, Minggu (28/6/2026), gambar-gambar tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan Upaya AS Tabur Perpecahan, Negara-negara Teluk Kecam Teheran
Data dari penyedia layanan pelacakan penerbangan global Flightradar24 menunjukkan sebuah pesawat dengan nomor registrasi B-12PP berada di udara sekitar pukul 17.30 pada hari Jumat di pinggiran timur laut Beijing. Pesawat itu terbang dalam lingkaran lebar sebelum menuju ke arah pusat kota Beijing, sekitar 50 km jauhnya. Pelacakan kemudian berhenti pada pukul 17.55, dengan koordinat yang menunjukkan pesawat tersebut sudah berada di distrik Chaoyang pusat kota.Pesawat tersebut adalah pesawat olahraga ringan bermesin tunggal berkapasitas dua tempat duduk, Aurora SA60L buatan Sunward China, menurut data Flightradar24.
Sebuah pesawat yang cocok dengan nomor registrasi tersebut ditunjukkan sebagai milik dan dioperasikan oleh Dongshi Shuangyue General Aviation yang berbasis di Beijing, seperti yang ditunjukkan dalam video promosi yang diterbitkan oleh perusahaan tersebut pada tahun 2024 di media sosial China.
Financial Times, mengutip seseorang yang mengetahui insiden ini, melaporkan bahwa pesawat itu milik perusahaan tersebut.
Seorang karyawan Dongshi Shuangyue General Aviation yang dihubungi oleh Reuters pada hari Sabtu mengatakan dia tidak yakin apakah B-12PP milik perusahaan tersebut, tanpa memberikan informasi lebih lanjut.
Video perusahaan, yang dihapus dari akun media sosial pada Jumat malam, mengatakan tur wisata 30 menit dari bandara kecil Shifuosi akan dikenakan biaya 880 yuan (USD129). Perusahaan ini menawarkan penerbangan wisata ketinggian rendah, program pengalaman penerbangan langsung, dan pelatihan penerbangan di distrik Pinggu pinggiran kota, sekitar 50 km dari pusat kota Beijing.









