AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM pada hari Minggu (28/6/2026) merilis rekaman video yang menurut mereka adalah serangan jet tempur Angkatan Laut dan Angkatan Udara terhadap 10 target militer Iran di beberapa lokasi di dan dekat Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, serangan tersebut—yang merupakan serangan hari kedua berturut-turut—merupakan respons atas serangan drone Iran terhadap kapal tanker minyak M/T Kiku berbendera Panama pada hari Sabtu.
Baca Juga: AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pagi ini bahwa pasukannya membombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain. Menurut IRGC, serangan pasukannya merupakan respons atas serangan udara militer Amerika yang menargetkan kota-kota pesisir dekat Selat Hormuz.
“Selama operasi gabungan rudal dan drone, IRGC menghancurkan delapan infrastruktur penting tentara AS yang membunuh anak-anak di pangkalan Ali Salem di Kuwait dan Armada Angkatan Laut Kelima di Pelabuhan Salman, Bahrain,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dikutip Roya News.“Musuh [sebelumnya] menyerang lima pos pesisir Republik Islam pagi ini,” imbuh IRGC.Disebutkan oleh IRGC bahwa berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, lalu lintas maritim di Selat Hormuz harus berkoordinasi dengan Teheran.
“Mulai sekarang, kapal-kapal yang melanggar akan ditindak lebih keras daripada sebelumnya, dan menghadapi kemungkinan agresi musuh dengan dalih apa pun, bahkan jika agresi tersebut ditujukan pada target kecil seperti tadi malam dan malam ini, akan mendapat respons yang menghancurkan,” imbuh pernyataan IRGC.
Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan membuat negara Iran tidak ada lagi jika Amerika Serikat dipaksa untuk melanjutkan perang. Menurutnya, Teheran-lah yang telah melanggar gencatan senjata.
"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, dan situs radar pantai, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!" tulis Trump di Truth Social.
“Mungkin akan tiba saatnya kita tidak lagi mampu bersikap rasional, dan akan terpaksa menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!” lanjut Trump.Militer Kuwait mengeklaim pagi ini bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat serangan rudal dan drone musuh.
“Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mencatat bahwa setiap suara ledakan yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh,” katanya dalam sebuah pernyataan di X, tanpa memberikan informasi lebih lanjut.
Sedangkan Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan bahwa sirene serangan udara telah diaktifkan, di tengah antisipasi respons Iran setelah AS melancarkan serangan terhadap target Iran di kota-kota pesisir.
“Sirene telah dibunyikan. Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat,” kata kementerian tersebut di X, tanpa memberikan informasi lebih lanjut.










