Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital

Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital

Ekonomi | sindonews | Kamis, 25 Juni 2026 - 22:17
share

Kredit Pintar bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar program edukasi keuangan "Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi" di Universitas Islam Malang guna meningkatkan literasi keuangan mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Program tersebut hadir seiring tingginya akses masyarakat terhadap layanan finansial digital, termasuk pinjaman daring, yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman terkait manfaat, risiko, dan konsekuensi penggunaannya.

"Di tengah berbagai tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa, pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal besar atau kecilnya uang saku, melainkan bagaimana mengalokasikannya secara tepat. Melalui kegiatan ini, kami mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih sejahtera," ujar Head of Brand & Communications Kredit Pintar Puji Sukaryadi dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40 Mengalir ke UMKM

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia telah melampaui 80 persen, sementara tingkat literasi keuangan masih berada di kisaran 60-70 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat sudah akrab menggunakan layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami aspek risikonya.Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat layanan pinjaman daring terus mengalami pertumbuhan signifikan dengan jumlah rekening penerima pinjaman mencapai puluhan juta akun. Satgas PASTI juga masih menemukan ribuan entitas pinjaman online ilegal dalam beberapa tahun terakhir.

Mahasiswa diperkenalkan pada metode pengelolaan keuangan 50/30/20, yakni alokasi 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan maupun investasi. Peserta juga diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan agar lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.

Kredit Pintar dan AFPI turut mengingatkan mahasiswa mengenai risiko penggunaan pinjaman daring, seperti potensi beban bunga, utang berlebih, hingga penyalahgunaan data pribadi pada layanan ilegal. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan layanan keuangan yang digunakan telah terdaftar dan diawasi OJK.

"Kebiasaan finansial yang baik bukan berarti menahan diri dari segala pengeluaran, tetapi mengatur prioritas secara cerdas. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi masa depan finansial seseorang," ujar Puji.

Baca Juga:Jangan hanya Lihat Bunga, Pahami Cicilan Sebelum Ajukan Pindar

Kredit Pintar mencatat hingga saat ini aplikasinya telah diunduh lebih dari 36 juta kali. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun, sedangkan total akumulasi penyaluran sejak berdiri pada 2017 telah melampaui Rp64 triliun.

Topik Menarik