Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengungkapkan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 atau Pertamax mencapai Rp20.000 per liter apabila sepenuhnya mengikuti harga minyak dunia tanpa intervensi pemerintah. Pemerintah saat ini masih memberikan kompensasi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga energi global.
"Saya tanya ke kawan-kawan Pertamina, itu RON 92 saat tanggal 10 Juni kemarin sebetulnya modal kalian berapa. Itu RON 92 sudah USD1,1 per liter. Kalau kita membiarkan, artinya RON 92 itu sekitar Rp19.000 sampai Rp20.000 per liter," kata Bambang dalam acara Energy Forum di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga:Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Ia menjelaskan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan intervensi terhadap harga BBM nonsubsidi dengan menetapkan batas atas harga jual agar tidak sepenuhnya mengikuti harga keekonomian pasar.
Menurut Bambang, kebijakan tersebut membuat harga Pertamax saat ini dipertahankan di level Rp16.250 per liter, meski biaya produksi dan harga minyak mentah global mengalami kenaikan signifikan akibat dinamika geopolitik dunia."Pemerintah lewat Menteri ESDM hanya boleh menjual RON 92 di harga Rp16.250 dan paling tinggi Rp16.600 misalnya. Artinya untuk harga nonsubsidi, Pertamina tidak dibiarkan penuh menjual dengan harga keekonomian," ujarnya.
Baca Juga:Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Ia menilai kondisi tersebut juga menjadi alasan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta belum agresif menjual BBM non subsidi karena harga yang berlaku saat ini dinilai masih berada di bawah harga keekonomian. "Saya terbuka saja, misalkan kawan-kawan SPBU swasta lainnya, apakah mereka mau jual dengan harga seperti sekarang? Kan belum mau," katanya.
HUT ke-26, MNC Asset Management Optimistis Bisa Terus Tumbuh dan Bertahan di Industri Pasar Modal
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan penyesuaian harga BBM non subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green, telah mempertimbangkan dinamika geopolitik global, harga minyak internasional, serta daya beli masyarakat. Pertamina sejak 10 Juni 2026 menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Green naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.









