PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'

PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'

Nasional | sindonews | Kamis, 25 Juni 2026 - 00:20
share

PAMA Group (PT Pamapersada Nusantara) bersama jurnalis berbagai media akan melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Mangunharjo, Semarang, pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan pelestarian lingkungan ini menjadi puncak Media Gathering PAMA Group 2026 yang dipusatkan di Gumaya Hotel Semarang.

Aksi tanam ribuan bibit mangrove ini telah menjadi agenda tahunan PAMA Group. Mengusung semangat kolaborasi untuk berkelanjutan, manajemen perusahaan tersebut bersama para jurnalis menjadikan kegiatan ini sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung upaya rehabilitasi kawasan pesisir.

Baca Juga: PAMA Tanam Pohon di Area Kritis Cisarua Bogor

Ini sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pantai yang memiliki peran strategis sebagai pelindung alami dari abrasi, habitat berbagai biota, serta penyerap karbon yang efektif. "Ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan," kata Abdul Nasir Maksum, Director of Human Capital, Corporate Culture, General Service & Social Responsibility PT Pamapersada Nusantara dalam diskusi pada Rabu malam.

"Pesisir tidak hanya menjadi tempat hidup bagi spesies flora dan fauna, tapi juga menjadi benteng alami yang melindungi masyarakat dari abrasi atau gelombang pasang serta dampak perubahan iklim," paparnya.

Dia menekankan bahwa ini bukan sekadar tanam bibit pohon semata, melainkan upaya yang berkelanjutan. "Jadi, kita ingin membuat mangrove yang ada di sana bisa mencegah abrasi dan kerusakan lingkungan. Ini relevan dalam pelestarian lingkungan," terangnya.Sebelum kegiatan penanaman dilakukan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya konservasi ekosistem pesisir dan mangrove melalui sesi berbagi ilmu yang menghadirkan Prefesor Nana Kariada Tri Martuti; Kepala Sub Direktorat Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Vania F Herlambang; environmental enthusiast yang juga dikenal sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2018.

"Yang menarik dan penting dari upaya PAMA Group ini adalah berkelanjutan, tidak tanam terus selesai," kata Profesor Nana.

Menurut akademisi UNNES tersebut, upaya pelestarian lingkungan oleh PAMA Group di pesisir Semarang ini juga relevan dengan program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. "Jadi, gubernur ini mempunyai program 'Mageri Segoro'," ujarnya.

"Keberhasilan konservasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan," paparnya.

Perwakilan Manajemen PAMA menyampaikan bahwa Media Gathering bukan sekadar agenda tahunan perusahaan, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih erat, terbuka, dan kolaboratif dengan insan media yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan."Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat. Melalui Media Gathering PAMA Group 2026, kami ingin memperkuat hubungan baik yang telah terjalin sekaligus menghadirkan pengalaman bersama yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan," kata perwakilan Manajemen PAMA.

Sementara itu, Vania menilai bahwa aksi penanaman mangrove memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar menanaman pohon. Menurutnya, setiap bibit yang ditanam merupakan bentuk investasi untuk masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

"Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menciptakan perubahan secara fisik di kawasan pesisir, tetapi juga menumbuhkan kesadaran setiap individu memiliki peran dalam menjaga bumi," ujarnya.

Topik Menarik