Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Harga minyak mentah Brent kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/6) turun ke bawah USD76 per barel untuk hari ketiga berturut-turut seiring mulai pulihnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz pasca-kesepakatan sementara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Penurunan tersebut memperpanjang koreksi harga Brent yang telah merosot lebih dari 35 dibandingkan puncaknya pada April 2026 di atas USD120 per barel. Level harga saat ini mendekati posisi sebelum eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari lalu.
Kesepakatan memorandum antara Washington dan Teheran yang diteken pada 17 Juni 2026 mencakup penghentian operasi militer serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20 pasokan minyak dunia.
Baca Juga:Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Dikutip dari US News, kembalinya pasokan minyak yang sempat tertahan membuat pasar kembali dibanjiri suplai dalam waktu relatif singkat. Analis Kpler Muyu Xu memperkirakan sekitar 93 juta barel minyak non-Iran sempat tertahan di kawasan Teluk Persia selama penutupan Selat Hormuz. Selain itu, sekitar 72 juta barel minyak mentah Iran juga masih tersimpan di kapal tanker di wilayah barat Chabahar.Lembaga keuangan UBS memperkirakan sekitar 80 pasokan minyak yang sempat terganggu akan kembali normal dalam tiga bulan ke depan dan mencapai sekitar 90 pada akhir tahun. Kondisi tersebut mulai tercermin pada pasar fisik minyak mentah global.
Reuters melaporkan harga minyak Dubai cash diperdagangkan dengan diskon 27 sen per barel, berbalik tajam dari premi di atas USD60 per barel pada Maret lalu. Sementara, minyak mentah Forties Laut Utara juga turun menjadi diskon USD1 terhadap dated Brent, level terlemah sejak November 2025.
Meski pasokan kembali meningkat, sejumlah analis menilai harga minyak sulit kembali ke level sebelum perang di kisaran USD60-70 per barel dalam waktu dekat. Selama konflik berlangsung sekitar empat bulan, pasokan minyak global disebut menyusut hingga 1,15 miliar barel, sementara cadangan strategis minyak Amerika Serikat turun ke level terendah sejak 1983.
Pejabat The Fed Christopher Waller Serukan Sikap Hawkish, Sinyal Kenaikan Suku Bunga Menguat
Baca Juga:80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Macquarie memperkirakan harga Brent rata-rata berada di kisaran USD77 per barel sepanjang 2026 sebelum turun menjadi sekitar USD64 per barel pada 2027. Sementara Fitch Ratings memproyeksikan pasar minyak global baru kembali mengalami kelebihan pasokan mulai September mendatang.
International Energy Agency (IEA) memperkirakan dibutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk memulihkan kehilangan pasokan global meskipun produksi minyak dunia meningkat hingga 5 juta barel per hari di atas permintaan pasar.










